Daging Sapi di Jatim Sehat

Daging Sapi di Jatim Sehat

- detikNews
Selasa, 26 Okt 2004 02:59 WIB
Jakarta - Daging sapi di Jatim yang beredar di sejumlah supermarket dijamin sudah higienis, aman dan sehat, karena sudah melalui suatu sistem dan penelusuran sedemikian rupa, selain itu juga sudah mempunyai sertifikat healt (surat keterangan kesehatan) melalui tes kesehatan yang dinyatakan bebas dari virus Antrax. Hal ini ditegaskan Kepala Dinas Peternakan Propinsi Jatim, drh Sigit Hanggono saat dihubungi wartawan melalui ponselnya, Senin (25/10/2004). Dikatakan Sigit, mengantisipasi masuknya virus Antrax ke Jatim Dinas Peternakan telah mengadakan sosialisasi secara terus menerus melalui flat, sistem struktural organisasi, inspeksi ke lapangan tentang standar limbah hewannya, SDM, teknologinya, sistem dan secara reguler yang dilaksanakan setiap tiga bulan sekali.Selain itu, juga dilakukan pertemuan setahun dua kali terhadap penyakit itu, karena penularan antrax diakibatkan oleh adanya kontak langsung. Untuk mengetahui daging sapi tersebut sehat dan layak dikonsumsi dijelaskan Sigit, daging sapi yang baik mempunyai ciri-ciri yakni, daging segar tersebut tidakberair terlalu banyak, tidak berlendir, warnanya merah muda, tidak ada titik-titik darah dan baunya segar. "Sedangkan daging yang terkena antrax ciri-cirinya adalah daging agak kehitam-hitaman atau merah kecoklatan," terangnya.Sigit mengatakan, kondisi Rumah Potong Hewan (RPH) yang ada di Jatim sudah memenuhi klasifikasi C dan hasil produksinya bisa dijamin. Sedangkan untuk RPHayam, Dinkes masih terus bersosialisasi dan mencari jalan keluar sharing dengan pengusaha atau dengan propinsi.Idealnya, hewan sebelum masuk RPH, sejak sapi datang diistirahatkan dulu satu hari, kemudian di-cek kesehatannya dan setelah sehat diberi tanda cap huruf"S" dan selanjutnya dikelola di RPH secara baik dan benar mulai cara pemotongan, menguliti dengan mesin. Sehingga daging yang dikeluarkan dari RPH sudah dalam bentuk potongan sesuai kehendak pasar dengan kualitas pasar menengah dan atas. Sedangkan kualitas bawahdikelola RPH tradisional di kabupaten/kota dengan klasifikasi C, tetapi masih dalam standar pengawasan Dinas Peternakan. "Saya imbau kepada masyarakat, jika membeli daging sapi diharapkan agar sesuai dengan ciri seperti yang saya sebutkan ini," katanya. Dinas Peternakan Propinsi Jawa Timur antara 3-4 bulan menjelang lebaran, telah menyampaikan kepada para peternak baik ayam maupun sapi, agar para peternak memelihara sapi atau ayam untuk menghadapi lebaran, jika ada kenaikan berkisar antara 10-20% itu hal biasa, karena merupakan harga psikologis," katanya.Lebih lanjut kata Sigit, kebutuhan terhadap daging untuk masyarakat di Jatim sudah terpenuhi, bahkan kelebihan sekitar 2.000 ton, sehingga Jatim masih bisamengirimkan ke Indonesia Bagian Timur atau Indonesia Bagian Barat atau Kalimantan. "Khusus daging untuk steak sebagai pemenuhan kebutuhan para turis, di Jatimtidak ada, maka untuk daging steak itu diambilkan dari Jakarta," katanya."Jadi untuk lebaran kita tidak perlu khawatir. Karena kebutuhan daging di Jatim dijadwakan H-7 dan H-3 serta H+3 sejumlah RPH siap melakukan pemotongan secaraterus menerus. Sehingga tidak sampai mengalami kekosongan kebutuhan daging," katanya. (dni/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads