BBM Jatim Diprediksi Naik 10%
Selasa, 26 Okt 2004 01:49 WIB
Surabaya - Menjelang Idul Fitri 1425 H, Natal 2004 dan Tahun Baru 2005, PT Pertamina (Persero) Unit Pemasaran (UPMS) V Jatim memperkirakan akan terjadi lonjakan sekitar 10-12% kebutuhan konsumen terhadap Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Non BBM (Pelumas dan LPG). PT Pertamina akan menyediakan cukup BBM, sehingga masyarakat tidak perlu kuatir dalam merayakannya dan stok BBM aman di Jatim.Hal ini dikatakan General Manager PT Pertamina UPMS V, Hariyoto Saleh dalam siaran persnya di Sekretariat Hupmas Pertamina, Jl Jagir Wonokromo Surabaya, Senin (25/10/2004)."Menjelang Lebaran 1425 H, masyarakat di Jatim tidak perlu kuatir dengan stok BBM, karena Pertamina UPMS V akan memenuhi kebutuhan BBM dalam jumlah yang cukup, sehingga dapat menjamin masyarakat tidak akan kesulitan mendapatkan BBM dalam merayakan Lebaran 1425 H, Natal 2004 dan tahun baru 2005," kata Hariyoto.Dalam mengantisipasi kemungkinan kenaikan konsumsi BBM dan Non BBM kata Hariyoto, Pertamina telah mengambil langkah-langkah kebijakan, pertama mengoptimalkan semua sarana fasilitas pelayanan BBM dan Non BBM seperti Terminal Transit, Instalasi/Depot/DPPU/LPG Filling Plant, LOB Plant dan SPBU agar persediaan dapat mencukupi kebutuhan dan dapat menyalurkan kepada masyarakat dengan baik dan lancar.Kedua, pihaknya akan membentuk tim Satgas yang terdiri dari para pekerja UPMS V (baik yang berada di kantor unit, kantor cabang, maupun yang berada di Terminal Transit, Instalasi/Depot/DPPU), anggota Hiswana Migas (Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak Gas dan Bumi). Pembentukan tim Satgas dilakukan untuk menjamin kelancaran pengadaan dan penyaluran BBM dan Non BBM pada saat sebelum dan sesudah Lebaran 1425 H, Natal dan Tahun Baru. "Untuk hal ini, kita juga akan mengadakan koordinasi dengan Pemda dan aparat terkait untuk mengantisipasi jika timbul gangguan dalam pernyaluran BBM dan Non BBM," ujarnya.Selain itu, menurut dia, langkah ketiga adalah mengoptimalkan sarana angkutan baik mobil tangki, rail tank wagon (RTW), tanker dan tongkang agar dapat berfungsi dengan baik, sehingga penyaluran BBM dan Non BBM yang diperlukan masyarakat konsumen dapat dipenuhi dengan tepat waktu, tepat jumlah dan tepat kualitas. Keempat, meningkatkan kegiatan operasional lembaga penyalur seperti Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), PSPD dan APMS, agen LPG, pelumas serta agen minyak tanah di seluruh wilayah unit pemasaran V. "Untuk daerah-daerah tertentu, khususnya jalur utama dan strategis pelayanan SPBU dibuka 24 jam penuh, sehingga kebutuhan masyarakat dapat terlayani.Demikian juga pelayanan Bunker untuk kapal-kapal baik penumpang atau barang akan dilayani sesuai kebutuhannya," tuturnya. Kemudian yang kelima, Pertamina akan menyiapkan RAE (Reguler Alternatif dan Emergency) dalam menghadapi kondisi yang tidak diperkirakan (force majeure).Dia juga memprediksi kesibukan arus lalu-lintas akan meningkat menjelang H-7 untuk menyambut Lebaran, Natal dan Tahun Baru, sampai dengan H+7 dimana pelayanan di SPBU akan meningkat dan terjadi kenaikan konsumsi premium dan minyak solar.
(dni/)











































