MMI Surabaya Sweeping Tempat Hiburan
Selasa, 26 Okt 2004 01:15 WIB
Jakarta - Sekitar 25 aktivis dari Majelis Mujahiddin Indonesia (MMI) Surabaya, Senin (25/10/2004) menyisir sejumlah tempat hiburan malam di Surabaya, Jawa Timur. Dengan menggunakan 2 buah mobil dan sekitar 10 buah sepeda motor, para aktivis mulai bergerak dari Masjid Mujahiddin, Jalan Perak, Surabaya. Tempat sweeping pertama berlokasi di jalan Prapat Kurung. Tempat ini biasanya menjadi tempat mangkal kaum waria. Saat itu, sekitar 7 orang waria yang tengah mangkal, spontan melarikan diri. Setelah itu, massa bergerak ke Cafe Rajawali, Jalan Rajawali, Surabaya. Saat itu, ada sekitar 15 pengunjung cafe yang tengah menikmati alunan musik dan minuman. Mereka spontan melarikan diri ketakutan saat melihat para aktivis yang masuk ke cafe sambil meneriakkan Allahu Akbar. Para aktivis nyatanya hanya masuk dan memberi peringatan kepada pemilik cafe. Mereka memperingatkan agar tidak membuka cafe selama bulan Ramadan. Sweeping berjalan singkat, hanya sekitar 10 menit. Sweeping 'damai' malam ini tidak ada aksi pengrusakan. Bahkan massa MMI hanya membawa bendera MMI, bukan pentungan.Dari Rajawali, massa bergerak ke cafe trotoar yang berada di Jalan Junjungan. Ada sekitar 2 cafe disitu yang buka pada malam ini. Para aktivis mengingatkan agar pemilik cafe menutup tempat hiburan sambil meneriakkan takbir. Penyisiran malam ini menarik minat masyarakat kota Surabaya. Masyarakat bahkan ikut bergabung dengan MMI. Sehingga mengakibatkan kemacetan disekitar lokasi penyisiran. Puluhan massa yang terkumpul beralih ke Jalan Jend. Sudirman. Massa sempat menyisir sejumlah cafe yang beroperasi di troatoar. Pengunjung dari 2 cafe di trotoar diam mendengar 'kultum' singkat Uztad Zulkarnaen yang memimpin sweeping. Ia mengatakan bahwa kedatangan mereka hanya gerakan dakwah bukan anarkis. "Kita hanya memperingatkan kepada mereka bahwa bulan ini adalah bulan suci Ramadan, mohon dijaga ketertiban dan kesucian dengan tidak membuka tempat hiburan," katanya singkat. Sekitar 15 aparat kepolisian ikut turun ke jalan mengamankan aksi sweeping. Terlihat Kapolwil Surabaya Kombes Edy Kusuma Wijaya serta Kapolres Surabaya Selatan AKBP Alex Sampai. Keduanya turun tangan untuk untuk menjaga ketertiban agar tidak berubah anarkis.Namun pada pukul 23.00 WIB, Kapolwil mengajak MMI menghentikan aksinya. Untuk meredam aksi berikutnya, massa MMI diajak makan malam di Restoran Orchid, di Garden Hotel, Jalan Pemuda, Surabaya. Sebenarnya aksi malam ini akan diikuti 11 ornamen Islam di urabaya. Namun aksi malam ini terlihat tidak terkoordinasi. MMI bahkan terlihat kebuingungan mencari tempat hiburann mana yang akan disisir.
(dni/)











































