"Setahun lalu saya memberikan arahan kepada Koperasi Sehati dan luar biasanya dalam setahun sudah berubah, berubahnya dari bajaj yang bergetar menjadi bajai yang baik yang dicintai masyarakat," kata Kadishub Udar Pristono dalam acara peluncuran bajaj itu di Stasiun Gondangdia, Jakarta Pusat, Senin (15/7/2013).
Pristono mengatakan, vibrasi noise yang selama ini keluar dari bajaj yang biasa saat ini bisa diubah menjadi efisien yang pada akhirnya bisa menguntungkan anggota koperasi. "Jadi perubahan ini bisa menguntungkan koperasi juga," katanya.
Ketua Koperasi Bajaj Sehati Anna Suyanti mengatakan targetnya ada 1.300 bajaj yang diremajakan sampai akhir tahun ini. Untuk peremajaan setiap bajaj diperlukan biaya Rp 50 juta.
"Nanti setiap wilayah punya label masing-masing, kalau di Jaksel kuning tapi untuk wilayah lainnya saya tak ingat," katanya.
Anna mengatakan, pengemudi bajaj baru ini adalah mantan pengemudi bajaj 2 tak. Pengemudi harus menggunakan seragam dan memiliki SIM A. Bajaj ini memiliki pool di Jagakarsa. "Untuk pengemudi setor Rp 110 ribu per hari, pengemudinya juga harus punya tabungan," katanya.
Mengenai tarif, Anna mengatakan sistemnya sama seperti bajaj biasa. Pengguna jasa angkutan akan tawar menawar dengan pengemudi bajaj ini. "Kalau masalah ongkosnya seperti biasa," katanya.
(nal/nrl)











































