Aksi demo itu dilakukan warga Desa Telaga Sari, Kecamatan Tanjung Morawa, Deli Serdang, Senin (15/7/2013). Mereka mulai beraksi sejak pagi dan masih berlangsung hingga pukul 11.30 WIB.
Di jalan utama menuju bandara itu, mereka memasang blokade. Satu mobil pikap warna hitam dipalangkan di tengah jalan. Lantas di mobil itu ditempelkan spanduk bertuliskan, "Bayar Tanah Kami karena Kami Bayar PBB Tanah Ini." Selain itu, beberapa ban bekas juga diletakkan di sekitar mobil.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tuntaskan dulu ganti rugi ini, baru lanjutkan pengerjaan bandara," kara Rabuono.
Warga sempat bersitegang dengan puluhan polisi karena berusaha menyingkirkan barikade yang dipasang warga, namun tidak sampai terjadi bentrokan. Akibat blokade itu, sejumlah kendaraan yang akan menuju areal bandara dan sekitarnya tidak bisa melintas.
KNIA rencananya akan beroperasi pada 25 Juli 2013. Akses jalan yang diblokir ini merupakan jalan utama menuju bandara tersebut, selain melalui kereta api. Akses tol masih belum juga dibangun hingga hari ini. Kendati persiapan banyak yang tidak beres, pemerintah tetap bersikeras pengganti Bandara Polonia Medan ini harus segera beroperasi.
(rul/try)










































