Lilis Hartono adalah ketua RT 04 RW 01, Desa Banaran, Grogol, Sukoharjo. Nama lelaki 47 tahun tersebut termasuk salah satu penerima kartu perlindungan sosial (KPS) sehingga dirinya berhak menerima BLSM. Bukannya senang, Lilis justru tersinggung dengan perlakuan pemerintah terhadapnya.
Karena itu, Senin (15/7/2013), dengan mengayuh sepeda angin dia mendatangi Balai Desa Sanggrahan, Grogol, lokasi yang ditentukan untuk pembagian BLSM bagi daerahnya. Di balai desa itu dibagikan 1.200 BLSM untuk warga Desa Manang, Banaran dan Sanggrahan, masing-masing Rp 300 ribu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebenarnya semula kami akan menolak total tetapi setelah melihat di kampung kami ada 5 warga yang jauh lebih membutuhkan dan lebih layak menerima maka akhirnya kami putuskan dana itu kami ambil. Selanjutnya dana tersebut akan langsung kami serahkan kepada 5 warga yang menderita itu," ujar Lilis.
Lilis menegaskan selain data yang amburadul sehingga banyak terjadi salah sasaran, dengan program BLSM itu SBY telah melakukan pembodohan kepada rakyat. Rakyat, kata Lilis, telah diajari mengemis sehingga program itu sama sekali tidak mendidik rakyat menjadi mandiri.
"15 juta penduduk di negeri ini telah disuruh oleh SBY untuk mengemis, berebut satu dengan yang lain, bertengkar dengan saudara sendiri," lanjut Lilis.
(mbr/try)











































