"Mereka tak mengincar mobil biasa, incarannya selalu mobil-mobil mewah," kata Kasat Ranmor Polda Metro Jaya AKPB Ari Ardian kepada detikcom, Senin (15/7/2013).
Ari mengatakan, dalam aksinya anggota komplotan ini biasanya menyamar sebagai sopir pribadi seorang majikan yang mobilnya diincar. Mereka kemudian mempelajari situasi dan merencanakan pencurian mobil yang mereka kendarai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ari mengatakan, komplotan ini tak kesulitan menjual mobil mewah hasil curiannya. Mereka sudah punya jaringan dan sudah ada pemesan mobil mewah yang mereka sikat. "Mereka sudah punya jaringan khusus untuk menyalurkan mobil-mobil mewah ini," katanya.
Polisi bisa meringkus satu orang anggota komplotan ini saat melarikan Fortuner yang dirampas di Pacific Place, Sabtu (13/7/2013). Sebelum diringkus pelaku bernama Aswir ini sempat terlibat kejar-kejaran dengan petugas kepolisian di ruas tol. Kejar-kejaran ini terjadi di ruas Tol TB Simatupang arah Pondok Indah. Petugas kemudian bisa meringkus Aswir di pintu keluar Tol Cilandak.
Saat ini petugas masih mengejar empat orang anggota kompotan ini. Sebelumnya 5 orang anggota komplotan ini merampas Fortuner yang disopiri Maman di Pacific Place. Fortuner tersebut dipepet Avanza dan Maman, sopir Fortuner ini, dipaksa masuk ke dalam mobil Avanza tersebut.
Korban yang dibawa Toyota Avanza kemudian dibuang di Tol Cikarang dan selanjutnya korban melapor ke Polsek Cikarang. Hasil penyelidikan lebih lanjut menujukkan Sopir mobil Fortuner ini mengenal anggota kawanan ini, namun dia menolak mencuri mobil Fortuner tersebut sehingga dibuang di tol.
"Apakah sopir Fortuner ini memang bekerja sama dengan kawanan pencuri ini masih kita selidiki," kata Ari.
(nal/nrl)










































