Sidarto bertemu dengan Sultan di Kraton Kilen kompleks keraton, Minggu (14/7/2013). Sebagai warga Yogyakarta karena pernah tinggal dan mengenyam pendidikan di Yogyakarta sejak Sekolah Rakyat (SR) hingga SMA, Sidarto juga kulonuwun karena akan maju sebagai calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dari Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam pemilihan 2014 nanti.
"Ini hanya kunjungaan silaturahmi dengan Sultan. Kebetulan saya juga akan maju mencalonkan diri menjadi anggota DPD dari DIY," kata Sidarto kepada wartawan seusai acara.
Sidarto sendiri mengaku banyak kenangan selama tinggal di Yogyakarta bersama keluarganya terutama saat menyelesaikan bangku pendidikan sejak Sekolah Rakyat (SR) Pujokusuman, Mergangsan, SMPN 1 Yogyakarta dan SMAN 6 Yogyakarta.
"Saya dengan Sultan juga sama-sama alumni SMAN 6 Yogyakarta dan pernah menjadi pengurus Yayasan Siswo Utomo," kata pengganti alm Taufiq Kiemas ini.
Menurut dia, saat bertemu dengan sultan ada banyak hal yang dibicarakan terutama mengenai Yogyakarta sendiri sebagai miniatur Indonesia dan mempunyai riwayat sejarah yang panjang bersama Indonesia.
"Yogyakarta ini miniaturnya Indonesia seperti yang dicita-citakan para founding father kita. Kesejukan hubungan antar umat beragama inilah yang bisa dicontoh dan harus jadi model daerah lain," katanya.
Dia mengatakan 4 pilar itu ibarat sebagai bangunan bangsa. Dasarnya adalah Pancasila. tiangnya adalah UUD 1945, atapnya adalah NKRI dan isinya adalah Bhinneka Tunggal Ika.
"Masalah ini bukan hanya tanggung jawab MPR, DPR saja namun semua termasuk pemerintah. Kalau kita tidak jaga 4 pilar itu, NKRI akan tinggal sejarah saja," tegas anggota DPR RI dari Fraksi PDIP itu.
Dia mengaku sepakat dengan Sultan yang menjadikan Yogyakarta sebagai model dari Indonesia. Kehidupan antar umat dan budaya tidak ada ketegangan.
"Model empat pilar ya di Yogya. Ada satu lagi yang harus kita kerjakan yakni pendidikan sejarah harus mengembalikan Pancasila dalam kurikulum pendidikan. Pintunya melalui pendidikan. Semua elemen guru harus mendidik anak bangsa," pungkas dia.
(bgs/nrl)











































