Detikcom bersama sejumlah media lain diberi kesempatan untuk bisa masuk ke dalam lapas, Sabtu (13/7/2013). Dengan dijaga sejumlah sipir serta pengawasan belasan prajurit TNI-AD, awak media diperbolehkan berinteraksi dengan para napi.
Gerbang utama lapas ini terlihat gosong akibat kebakaran hebat pada Kamis lalu. Kabel-kabel listrik dan CCTV pun terjuntai dengan bebas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kayu rangka pintu dan jendela seluruhnya sudah menjadi arang. Bahkan hanya sedikit sekali rangka atap yang masih bersisa.
Gerbang selanjutnya menjadi pembatas antara kantor pegawai lapas dengan kawasan napi. Meski gosong di sana-sini namun kondisinya masih jauh lebih baik dibanding gerbang sebelumnya.
Sebuah aula yang menjadi tempat pertemuan antara keluarga penjenguk dengan napi sudah tidak tampak lagi. Yang tersisa hanyalah lantai terbuat dari semen.
Di mana bangunan sebelumnya? Yang ada hanyalah kayu dan itupun sudah menjadi arang. Asbesnya pun juga sudah rubuh dan dikumpulkan di suatu tempat. Ada juga tiga buah bilik yang hanya berbentuk tembok saja.
Rumah tempat perawatan pun tidak luput dari kerusakan. Meski masih berbentuk, rumah ini sudah tidak bisa lagi digunakan.
Namun yang melegakan, rumah-rumah ibadah masih berdiri tegak. Para napi ini mampu menjaga rumah ibadah tanpa ada kerusakan sedikitpun.
Saat kunjungan itu, sebagian besar napi tengah berkumpul di bekas aula. Sambil hilir mudik, mereka memperhatikan dengan seksama awak media yang datang. Tidak jarang mereka menghampiri hanya untuk menyuarakan keinginannya soal PP No 99/2012.
Sorot mata mereka tajam setiap melihat pendatang yang masuk. Suasana yang ditangkap, mereka masih mudah tersulut. Namun kehadiran prajurit TNI yang senantiasa mengajak mereka ngobrol dari balik gerbang mampu meredam gejolak yang ada.
Semoga saja kerusuhan dan korban yang berjatuhan tidak lagi terjadi di lapas ini.
(mok/rvk)











































