Pemakaman Rico diiringi isak tangis seluruh keluarga terutama kedua orangtuanya Tamba Naibaho (53) dan Hepi Sinurat (50). Kesedihan mendalam juga dirasakan ke enam adiknya yang berteriak histeris seakan tak rela ditinggal sang kakak.
Di depan peti jenazah, ibu korban tak henti-hentinya menyebut dan memanggil-manggil namanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemakaman ramai dihadiri warga dan rekan kerja korban. Selain itu, teman masa kecil dan teman satu gerejanya di GKPS Pangururan juga hadir dan larut dalam kesedihan.
Melihat rekan kerja dan rekan gerejanya, ibu korban kembali menangis sembari mengelus-elus peti jenazah anaknya.
"Anakku, jawab dulu kedatangan temanmu ini, jawab dulu nak," teriak ibu korban.
Sebelum dimakamkan, jenazah Rico disemayamkan di rumah korban yang berbentuk rumah adat batak. Rumah itu dihiasi foto-foto korban semasa hidup.
Horas Sitanggang, tetangga korban mengaku semasa kecil korban merupakan remaja yang baik. Rico merupakan anak pertama dan menjadi tulang punggung bagi keluarga.
"Semasa kecil hingga remaja dia kita kenal anak yang baik. Dia bisa menjadi contoh buat adik adiknya," ujar Horas Sitanggang.
(rvk/rvk)










































