Para napi mengaku bersyukur karena tuntutannya supaya PP itu direvisi sudah diakomodir oleh pemerintah. "Yah kami senanglah karena sudah diubah PP nya," kata salah satu napi narkoba, Andre saat berbincang dengan detikcom, Sabtu (13/7/2013).
Detikcom bersama sejumlah media lain diberi kesempatan untuk masuk langsung ke dalam lapas yang sempat rusuh. Dengan dijaga sejumlah sipir, media diperbolehkan berinteraksi dengan para napi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para napi ini pada umumnya mengerti apa itu PP No 99. Mereka mengeluh karena jadi sulit untuk bisa mendapatkan remisi jika PP No 99 itu tidak direvisi.
"Ada istri napi yang sampai lari karena nggak dapat remisi," kata napi lain saat diwawancarai.
Andre mengatakan, keresahan mereka soal PP ini sebenarnya sudah lama diutarakan kepada sipir. Mereka meminta aspirasinya bisa disampaikan kepada pemerintah.
"Jadi masalah air dan listrik itu cuma pemicu saja," lanjut Andre yang diamini oleh dua napi lainnya.
Saat itu mereka sudah mewanti-wanti jika aspirasinya tak digubris, konflik bisa saja terjadi. Dan 'ancaman' itu pada akhirnya menjadi kenyataan.
Meski sudah dijanjikan akan direvisi, napi ini tidak lantas percaya. Mereka menuntut pemerintah tidak ingkar janji.
"Kalau tidak, massa yang abang lihat ini masih gampang tersulut dan ini bisa merembet kemana-mana," tegas Andre.
(mok/rvk)











































