Menhub: Pungli Pantura akan Diberi Shock Therapy
Senin, 25 Okt 2004 17:54 WIB
Jakarta - Depertemen Perhubungan (Dephub) akan melakukan shock therapy mengantisipasi maraknya pungli di kawasan Pantura menjelang arus mudik Lebaran. Pelakunya akan ditindak tegas. "Itulah susahnya, pungli ada di mana-mana di terminal ada, di jembatan timbang ada makanya kita akan bikin shock therapy. Kita akan tindak tegas pelakunya. Makanya, saya juga mengajukan agar shock therapy dijadikan agenda dalam proyek 100 hari Dephub," kata Menteri Perhubungan M Hatta Rajasa usai rapat perkenalan dengan jajaran Departemen Perhubungan di Gedung Karsa, Departemen Perhubungan, Jalan Medan Merdeka Barat No. 7, Jakarta Pusat, Senin (25/10/2004). Dirjen Perhubungan Darat Iskandar Abu Bakar menambahkan Dephub sudah berkoordinasi dengan Polri mengatasi pungli."Shock therapy adalah memberi shock bagaimana kita mengurangi pungli. Perlu kita mencermati bagaimana itu namanya shock kita bikin kejutan. Kejutan itu berarti kena. Ini dalam kaitan 100 hari penyelenggaraan program kerja Dephub. Yang jelas koordinasi ditingkatkan dan info diperluas," ungkap Iskandar.Menurut dia, pihaknya telah meminta bantuan Polri untuk mengamankan titik-titik yang rawan kejahatan. Bantuan Polri dijamin melalui instruksi presiden.Bagaimana premanisme di Pantura?"Kalau premanisme itu sasaran Polri. Ada tiga yang mengutip, yaitu oknum polisi, oknum Departemen Perhubungan dan preman. Ada lagi, masjid yang minta sumbangan itu bukan pungli tetapi mengganggu karena di satu tempat ada banyak drum," paparnya.Mengenai bus bantuan, lanjut Iskandar, akan diberikan tergantung situasi."Jika lancar kapasitas pemudik lancar. Kalau jalan tidak lancar kapasitas pemudik terganggu," imbuhnya.
(aan/)











































