"Yang berjaga saat kejadian hanya ada 18 petugas," ujar Kepala Kantor Wilayah Kemenhum HAM Budi Sulaksono di LP Tanjung Gusta, Medan, Sabtu (13/7/2013).
18 petugas tersebut adalah bagian dari shift siang petugas di mana kerusuhan itu terjadi.
"Jadi kami memiliki 4 shift. Satu hari ada 3 shift dan 1 shift lainya libur dan semuanya akan saling bertukar," jelasnya.
Budi menjelaskan, 18 petugas itu akan dibagi dalam beberapa pos. Pos pintu masuk akan dijaga oleh 3 petugas di manna tugasnya untuk melakukan pengecekan barang.
"Ada Komandan dan Wadan. Ada empat petugas yangg menjaga empat tower. Sisanya dibagi 3 untuk menjaga 3 blok yang ada," terangnya.
Terkait pengamanan maksimum saat kerusuhan, Budi mennyebut pihaknya tidak memungkinkan membawa senjata api.
"Ada persoalan kalau bawa senjata takut direbut sama narapidana," kata Budi.
(fiq/gah)











































