Selamatan Tandai Kepindahan SBY dari Cikeas ke Istana
Senin, 25 Okt 2004 17:30 WIB
Jakarta -
Presiden SBY resmi pindah dari Cikeas ke Istana Merdeka, Jl.Medan Merdeka Utara, Jakpus, Senin (25/10/2004). Kepindahan ditandai dengan selamatan kecil-kecilan dan buka puasa bersama keluarga dekat.Dengan demikian, mulai hari ini dan seterusnya, SBY akan tinggal di Istana, tidak lagi di Cikeas seperti hari-hari sebelumnya.Andi Mallarangeng yang selama ini dikenal sebagai jubir tak resmi SBY, membenarkan hari ini untuk pertama kalinya SBY akan menginap di Istana. "Acara pindah nanti malam ada selamatan kecil-kecilan, tapi internal saja, hanya untuk keluarga. Selamatan itu hanya tradisi orang pindahan," papar Andi.Menurut informasi yang dikumpulkan detikcom, persiapan SBY tinggal di Istana sudah disiapkan sejak seminggu ini. Perlengkapan pribadi Presiden SBY juga telah dibawa ke Istana, misalnya buku-buku, dan peralatan pribadi lainnya. Pihak Rumah Tangga Istana telah menyiapkan berbagai kebutuhan. Di antaranya, mesin cuci, kulkas, dll. Selain itu juga mencari juru masak istana.Selama Presiden Megawati menjabat, makanan yang tersedia mengambil dari hotel bukan masakan jur masak. Makanan itu dibeli dari Hotel Dharmawangsa dan Hotel Mandarin. Nah sekarang Rumah Tangga Istana disibukkan mencari juru masak baru.Istana Merdeka yang akan ditinggali SBY dan keluarga dibangun pada 1879 oleh arsitek Dross Ares pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal Louden. Dulunya bernama Istana Gambir.Istana itu menjadi saksi penandatanganan naskah pengakuan kedaulatan Republik Indonesia Serikat (RIS) oleh pemerintah Belanda pada 1949. Sejak 27 September 1949, Istana Gambir berubah namanya menjadi Istana Merdeka. Untuk pertama kalinya dipakai memperingati hari proklamasi tanggal 17 Agustus 1950. Tiga presiden yang pernah tinggal di situ adalah Soekarno, Gus Dur dan sekarang SBY.
(nrl/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































