"Kita ucapkan selamat, Insya Allah mereka bisa bertarung dengan baik," kata Ical usai salat tarawih berjamaah di Kantor DPP Golkar, Jl Anggrek Neli Murni, Slipi, Jakarta, Jumat (12/7/2013).
Meski demikian, Ical mengaku belum akan mengumumkan pasangan cawapresnya untuk Pilpres 2014. Ical menolak untuk mendeklarasikan cawapresnya saat Rapimnas Golkar pada Oktober 2013 mendatang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Sekjen Partai Golkar menyebut ada tiga kubu yang berbeda pendapat soal momentum deklarasi cawapres yang mendampingi Ical. Kubu pertama, menurut Idrus, adalah yang mendukung deklarasi capres-cawapres dilakukan saat ini juga.
Kubu kedua, mendukung agar deklarasi dilakukan pada Rapat Pimpinan Nasional Partai Golkar pada Oktober 2013. Kubu ketiga, mengusulkan agar deklarasi capres-cawapres diumumkan setelah Pemilu Legislatif 2014. Namun demikian, Ical yang akan menentukan.
"Tentu Pak Ical yang menentukan. Kalau sebagai Sekjen, saya serahkan ke Pak Ical," ujarnya.
Soal siapa yang akan mendampingi Ical pada Pilpres 2014, Idrus enggan memastikan. Dirinya hanya menyebut semua nama-nama potensial yang beredar pada berbagai survei pencapresan. Bukankah Joko Widodo alias Jokowi selalu merajai survei?
"Yang namanya survei itu kan sifatnya kekinian. Dan penentuannya masih lama," kelit Idrus.
Dirinya menyebut nama-nama mulai dari Jokowi, Mahfud MD, Pramono Edhie Wibowo, dan Sri Sultan Hamengku Buwono X.
"Nama-nama ini muncul dan berkembang. Tentu Pak Ical akan menginventarisir," pungkas Idrus.
(dnu/fdn)











































