Diskes Jateng Turunkan Peneliti di 2 Daerah Rawan Antraks

Diskes Jateng Turunkan Peneliti di 2 Daerah Rawan Antraks

- detikNews
Senin, 25 Okt 2004 17:07 WIB
Semarang - Merebaknya penyakit antraks di Bogor, membuat daerah lain ketir-ketir. Untuk mewaspadai penyakit serupa, Dinas Kesehatan (Diskes) Jateng menurunkan timnya untuk meneliti 2 daerah yang dinilai rawan antraks yakni, Boyolali dan Kab Semarang.Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Manusia Diskes Jateng Lilik Herawati menyatakan, timnya telah bergerak beberapa waktu. Mereka meneliti berbagai peternakan di daerah tersebut dengan bekerja sama dengan Dinas Peternakan setempat."Untuk sementara, belum ada hasilnya. Perlu beberapa waktu untuk memastikan ada penyakit Antraks atau tidak. Tapi hingga kini belum ada laporan munculnya penyakit itu seluruh daerah di Jateng," kata Lilik di kantornya, Jl Pierre Tendean Semarang, Senin (25/10/2004).Ketika ditanya kenapa hanya Boyolali dan Kab Semarang yang disurvei, Lilik mengatakan dua daerah tersebut pernah terjangkiti antraks. Hal itu terjadi pada tahun 1990. Penyakit itu menyerang ternak hingga mengakibatkan banyaknya ternak yang dimatikan.Lebih jauh Lilik menyatakan, pihaknya memperkirakan spora penyakit antraks masih hidup di daerah itu. "Spora Antraks itu kan susah matinya. Mereka bisa bertahan dalam jangka waktu lama. Karenanya, kami tetap mewaspadai adanya penyakit itu," tandasnya.Dikatakan Lilik, tak hanya itu saja yang dilakukan Diskes. Pihaknya juga telah melatih Rumah Sakit dan Puskesmas setempat dalam menangani penyakit antraks. Hal itu dilakukan agar tindakan medis segera. Tidak perlu dirujuk kesana kemari.Sebetulnya, lanjutnya, penanganan penyakit itu sangat mudah. Asal obat dan resepnya tepat, penderita bisa terselamatkan. "Ada beberapa jenis antraks yakni kulit, usus, dan perut. Penderita cukup diberi Tetrasiklin dan suntik Pinisilin," katanya.Untuk antraks kulit, kata Lilik, gejala-gejalanya adalah kulit gatal-gatal, melepuh dan dalam dua tiga hari berisi carian bening. Untuk antraks usus, penderita akan sakit perut, mual, dan muntah. Sedangkan Antraks perut akan mengakibatkan berak dan muntah darah."Untuk mengantisipasi munculnya penyakit itu, kami mengharap masyarakat selalu menjaga kebersihan. Misalnya, mencuci sayuran, memasak daging secukupnya, mencuci tangan sebelum makan, dan menghindari makanan setengah matang," papar Lilik. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads