SBY Sesalkan Terjadinya Wabah Antraks yang Renggut 6 Jiwa
Senin, 25 Okt 2004 17:03 WIB
Jakarta -
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyesalkan terjadinya wabah antraks di Desa Citaringgul, Babakan Padang, Bogor, yang telah mengakibatkan enam orang meninggal. Presiden SBY telah menginstruksikan kepada menteri kesehatan dan menteri pertanian untuk melakukan penanganan dan pencegahan baik dari kesehatan maupun peternakannya.Hal tersebut disampaikan juru bicara presiden Andi Mallarangeng usai Presiden SBY menerima Menteri Kesehatan Siti Fadhilah Supari di Kantor Presiden, Jl. Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (25/10/2004). Menkes dipanggil SBY secara mendadak terkait terjadinya wabah antraks ini. Selain bertemu menkes, presiden juga menghubungi Menteri Pertanian Anton Apriantono melalui telepon untuk melakukan koordinasi guna mencegah meluasnya wabah antraks.Menurut Menkes Siti Fadhilah Supari, permasalahan luar biasa berupa wabah antraks yang terjadi tanggal 16 Oktober di Bogor. Dari 59 orang yang memakan daging kambing yang mengandung antraks 20 orang di antaranya mengalami gangguan kesehatan dan enam orang meninggal.Beberapa orang sempat dirawat di Rumah Sakit Cibinong akibat wabah ini. Dan hingga kini masih dirawat seorang anak kecil dan seorang bayi.Pemerintah, lanjut menkes, mengambil langkah-langkah penanganan, di antaranya menggratiskan pelayanan di rumah sakit Cibinong untuk penderita antraks. Selain itu masyarakat yang kena gejala antraks seperti demam, sakit perut, dan muntah-muntah diimbau harus segera memeriksakan diri ke rumah sakit.Selanjutnya menkes mengatakan selain Bogor, juga ada daerah di Jawa Tengah dan Nusa Tenggara yang menjadi endemik antraks. "Di tiga tempat itu rawan," katanya tanpa menjelaskan lokasi detilnya.
(gtp/)










































