Jatim Masih Aman Antraks

Jatim Masih Aman Antraks

- detikNews
Senin, 25 Okt 2004 17:02 WIB
Surabaya - Kepala Dinas (Kadis) Peternakan Jawa Timur (Jatim) Sigit Hanggono mengatakan, untuk saat ini di Jatim masih aman penyakit antraks."Saya harap masyarakat tidak membeli daging dari supermarket yang kemungkinan besar didatangkan dari luar negeri," kata Sigit saat ditemui di Gedung DPRD Jatim, Surabaya, Seni (25/10/2004). Saran ini dikeluarkan karena daging impor lebih berisiko mengandung antraks dibanding daging lokal.Sementara itu, penjual daging kambing di beberapa pasar di Surabaya tidak terpengaruh dengan adanya vitus antraks yang melanda Jawa Barat beberapa waktu yang lalu, dan mengakibatkan beberapa orang meninggal akibat memakan daging yang terkena antraks.Dari pantauan detikcom, di beberapa pasar seperti Pasar Pucang, Pasar Genteng dan Pasar Pabean, para pedagang masih melakukan aktivitas menjual daging kambing seperti biasa. Hanya saja saat memasuki bulan puasa ini rata-rata omset penjualan mereka agak menurun. Tetapi hal itu bukan diakibatkan oleh antraks.Salikah, pedagang di Pasar Pucang mengatakan, tidak ada masalah dengan daging kambing jualannya. Bahkan ia mengaku tidak khawatir dengan adanya penyakit antraks yang sekarang ini banyak menyerang hewan kambing."Saya tidak takut dengan penyakit itu. Daging yang saya jual saya jamin, dari kambing sehat," kata Salikah pada detikcom."Hanya sekarang ini jualan saya agak menurun, tapi bukan karena penyakit antraks.Kalau sebelum puasa saya menjual sampai 10 kg sampai 15 kg,sekarang hanya habis 8 kg.Tapi sepinya itu karena bulan puasa ini, banyak langganan saya seperti penjual sate yang libur",ujarnya.Beberapa pedagang daging kambing yang ditemui detikcom di beberapa pasar di Surabaya, rata-rata mengatakan hal yang sama bahwa dagangan daging kambing yang mereka jual umumya sehat dan segar. Karena itu, masih banyak langganan yang membeli ke tempat mereka tanpa merasa takut dengan adanya penyakit antraks. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads