"Setelah menanyakan keberadaan putri saya ke beberapa temannya, kami (keluarga-red) akhirnya menelusuri lewat Facebook dan Twitter akun anak saya," kata AP, ayah korban saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (12/7/2013).
Diceritakan AP, keberangkatan putrinya dari Lampung ke Jakarta, memang atas inisiatif ia dan istrinya. Karena putrinya sudah beberapa kali menyusulnya ke Jakarta, ia lantas menyuruh anaknya untuk berangkat sendiri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sabtu (6/7) sore, siswi SMA itu berangkat dari Lampung ke Merak dengan menggunakan kapal Fery. Namun, tanpa sepengetahuan AP, anaknya itu rupanya menghubungi tersangka untuk bertemu janji.
"Minggu (7/7) dini hari pukul 01.00 WIB saya hubungi dia, katanya sampai di Merak pukul 04.00 WIB. Lalu saya katakan ya sudah, nanti kalau sudah sampai di tengah perjalanan darat, hubungi lagi," ujar AP.
Setelah pukul 04.00 WIB, AP kemudian mencoba menghubungi kembali putrinya. Namun saat itu, telepon genggam putrinya sudah tidak bisa dihubungi. AP yang mencoba untuk tetap tenang, terus menghubungi nomor telepon selular putrinya.
"Saat itu saya mengira mungkin HP anak saya batrenya habis, dia kan sudah besar, nanti dia mungkin hubungi lagi kalau sudah aktif HP-nya. Tetapi sampai Minggu pagi, sampai Senin teleponnya tetap tidak aktif," imbuh dia.
Dari situ, timbul kepanikannya. AP kemudian menghubungi teman-teman sekolah korban. Dari keterangan beberapa temannya yang sempat berkomunikasi dengan putrinya, mengatakan bahwa putrinya itu hendak menemui temannya setibanya di Jakarta.
"Kata temannya, dia sempat curhat bilang ke temannya kalau dia mau ketemu temannya di Jakarta. Tetapi teman sekolahnya ini tidak tahu siapa orang yang dimaksud itu," tutur AP.
AP terus mencari informasi soal anaknya. Ia lalu kembali mencari informasi soal anaknya ke temannya yang lain. "Ada satu temannya yang katakan bahwa dia sempat telepon anak saya jam 01.00 WIB dan dia (teman korban-red) mendengar anak saya ini rebutan HP sama seseorang," paparnya.
Mendengar penjelasan teman korban, AP semakin khawatir. Ia cemas bila anaknya diculik orang. Ia lalu menelusuri kontak teman-teman korban lainnya melalui situs jejaring sosial Facebook. Dari situ, AP kemudian mendapatkan petunjuk.
AP mengungkapkan, putrinya intens melakukan komunikasi di Facebook dengan tersangka MI (19). Tersangka MI bahkan sempat menulis update status terakhir, yang menjadi petunjuk orangtua akan keberadaan putrinya bersama MI.
"Ada satu temannya bernama Iqbal, di situ dia menulis status 'wah saya senang ketemu sama YW. Saya suka sama dia'. Meskipun dia (tersangka-red) salah tulis nama anak saya, tetapi agak mirip-mirip, kami menduga putri kami ada sama dia," kata AP.
AP kemudian menelusuri nomor telepon genggam milik tersangka melalui Facebook. Setelah mendapatkan nomor telepon tersangka, ia kemudian menanyakan keberadaan putrinya kepada tersangka.
"Tetapi saat itu dia jawab bahwa dia tidak tahu. 'Saya kenal sama putri om, tetapi saya tidak ketemu sama putri om'," ungkap AP.
Semakin khawatir, ia lantas melaporkan kasus ini ke Polda Metro Jaya, tepatnya pada Senin (8/7) lalu. Semula, polisi tidak mendapatkan petunjuk akan keberadaan putri AP.
"Namun, setelah saya beri informasi soal status akun Facebook pelaku, polisi kembali menemukan petunjuk. Dari situ polisi mulai bergerak," katanya.
Hingga Kamis (11/7) dini hari, polisi mendapatkan posisi keberadaan pelaku di Komplek Kedaung, Jl Mawar IX RT 005/001 Ciputat, Tangerang Selatan. Bersama dengan tersangka, polisi juga membebaskan putri AP.
"Saat ditemukan, putri saya terlihat sangat shock. Bahkan sewaktu mau diajak visum, dia menolak dan terus menangis. Putri saya masih trauma," imbuh dia.
AP berterimakasih kepada aparat Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya yang telah berhasil menyelamatkan putrinya. Baginya, ini adalah sebuah pelajaran berharga agar terus mengawasi putrinya.
Sementara itu, ia berharap agar pelaku dihukum seberat-beratnya. "Ini sebagai efek jera agar pelaku diberikan sanksi yang berat. Pelaku sudah menjerumuskan anak-anak di bawah umur yang masa depannya masih panjang," tutup AP.
(mei/nal)










































