Kejadian ini terjadi sekitar pukul 15.00 WIB, di lobi sidang ruang utama MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jumat (12/7/2013). Awalnya saksi Serly Tjanggulung menyampaikan keterangannya di ruang persidangan di depan majelis MK.
Saat sidang usai, Serly keluar keluar ruangan. Tiba-tiba Lisa Peleng menghampiri Serly. Tak ada angin tak ada hujan, Serly langsung menampar pipi Serly dengan buku tebal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dasar kau, bupati bayangan," ujar Lisa memaki Serly menggunakan logat Sulawesi.
Sejumlah pihak keamanan gedung dibantu belasan petugas polisi langsung memisahkan kedua ibu-ibu yang sempat saling menjambak ini. Usai dipisah, Serly memilih keluar gedung MK.
"Pas kita keluar dari ruang sidang, mereka sudah menghadang kita. Lalu, dia langsung menampar muka saya dengan buku tebal," kata Serly dengan nada gusar di halaman gedung MK.
Serly mengaku tidak mengetahui motif Lisa menempelengnya dengan buku yang cukup tebal. Namun Serly memperkirakan, Lisa tidak terima dengan keterangan yang ia sampaikan dalam sidang PHPU.
"Mereka menuduh kita bohong. Padahal, para saksi tidak berbohong, saksi kita sudah bersumpah semua," ujar Serly.
Serly bersaksi di gedung MK karena dihadirkan pemohon bupati incumbent Telly Tjanggulung. Atas apa yang dia alami, Serly berencana melaporkan Lisa ke Polda Metro Jaya atas peristiwa ini.
"Kita akan melapor ke Polada Metro Jaya, supaya pihak yang melakukan kekerasan segera ditahan," ujar Serly yang melengos meninggalkan gedung MK. Adapun Lisa terus berteriak melontarkan makian.
(vid/asp)











































