Namun, keluarga dan napi tidak patah arang. Cara-cara tertentu dicoba. Seperti mencongkel jendela yang telah rusak setelah diamuk api semalam.
Hal ini menyebabkan jendela rusak di LP Tanjung Gusta, yang awalnya coba ditutup dengan penutup sementara, kini mudah dibuka, Jumat (12/7/2013). Akibatnya, napi dengan mudah bertemu anggota keluarganya.
Sipir yang hanya beberapa orang tidak bisa berbuat banyak. Teguran juga tidak diindahkan napi dan keluarga.
"Jangan dekat. Jangan dekat," kata salah seorang sipir.
Keluarga lalu memberikan air mineral, rokok, uang dan makanan langsung pada napi. Bahkan keluarga dapat mengobrol dan salaman dengan napi.
100 Personel TNI Yon Zipur tidak terlihat di sekitar LP.
5 Orang tewas dalam kerusuhan di LP tersebut. Ratusan napi kabur dalam peristiwa itu.
(nik/nrl)











































