Jelang Lebaran, Dinkes Jateng Minta RS Siaga 24 Jam

Jelang Lebaran, Dinkes Jateng Minta RS Siaga 24 Jam

- detikNews
Senin, 25 Okt 2004 15:39 WIB
Semarang - Menjelang lebaran, tampaknya setiap dinas pemerintah diwajibkan memberi pelayanan yang lebih baik. Hal itu juga dilakukan Dinas Kesehatan Jateng. Untuk mengantisipasi musibah mendadak pada arus mudik, mereka minta Rumah Sakit (RS) atau Puskesmas siaga selama 24 jam sehari."Kesiagaan RS ini tidak kami lakukan pada daerah-daerah rawan saja, tapi juga seluruh daerah. Musibah kan tidak pilih-pilih lokasi. Kami akan menyiapkan tenaga medis, ambulans, dan obat-obatan yang mencukupi," kata Kepala Dinkes Jateng Krishnajaya kepada wartawan di kantornya, Jl. Piere Tendean Semarang, Senin (25/10/2004).Dikatakan Krishna, pihaknya juga sedang mempersiapkan posko pelayanan kesehatan. RS atau Puskesmas diminta berkoordinasi dengan kepolisian setempat. Karena pembentukan posko ini merupakan kerja sama dengan jajaran kepolisian."Kami telah memberikan surat edaran yang berisi tentang hal ini pada tanggal 19 Oktober kemarin. Kami berharap mereka segera melakukan langkah-langkah yang diperlukan," paparnya.Ketika ditanya mengenai peredaran makanan dan minuman menjelang lebaran, pihak Dinkes mengaku telah melakukan operasi untuk mengantisipasi adanya produk yang kedaluarsa. Beberapa waktu lalu, mereka mengambil 100 buah sampel makanan dan minuman.Perwakilan BPOM Dinkes Jateng yang ikut hadir dalam kesempatan itu Winda menyatakan, ada sekitar 5 persen makanan dan minuman dari sampel yang tidak memenuhi syarat. "Ada yang kedaluarsa. Ada juga yang tidak mencantumkan tanggal pembuatan dan tanggal kedaluarsa sehingga tak diketahui masih layak konsumsi atau tidak," jelasnya.Winda memperkirakan, 1-2 minggu sebelum lebaran, pihaknya akan menemukan produk serupa lebih banyak lagi. Sebagaimana terjadi pada masa sebelumnya, produk-produk yang kedalaursa sering dicampur dengan produk baru dalam satu paket. Sehingga konsumen tertipu. "Biasanya sih seperti itu. Kami hanya bisa memperingatkan pada distributor atau pelakunya. Paling banter menyita produk-produknya. Tidak lebih dari itu," katanya.Untuk mencegah adanya kemungkinan keracunan, Winda mengimbau masyarakat agar waspada terhadap paket makanan dan minuman menjelang lebaran. Jika ada kejadian seperti itu, maka masyarakat harus cepat melaporkan. Agar segera ada tindakan-tindakan medis seperlunya. (asy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads