Kapolda: Ada Rencana Terselubung Kacaukan Maluku
Senin, 25 Okt 2004 15:12 WIB
Ambon - Aksi teror bom yang akhir-akhir ini melanda Maluku merupakan rencana terselubung yang dilakukan kelompok tertentu. "Mereka ingin kembali mengacaukan Maluku yang sudah terlihat kondusif ini," ujar Kapolda Maluku, Brigjen Adityawarman dalam jumpa pers di Mapolda Maluku, Senin siang (25/10/2004).Diungkapkan, kelompok yang melakukan aksi teror merupakan kelompok lama yang sudah diidentifikasi jajaran Kepolisian Maluku. "Ini orang-orang lama yang datang kembali untuk mengacaukan Maluku. Mereka baru bangun tidur. Dan saya sudah dapat gambaran tentang kelompok ini," kata dia.Apakah kelompok preman, Kapolda tak membantahnya. "Bisa iya bisa tidak," kilahnya. Kapolda menilai, aksi teror bom itu merupakan pembentukan opini masyarakat bahwa sebenarnya Maluku belum aman.Sebelumnya, rentetan aksi teror terjadi di Maluku, seperti di Tual Maluku Tenggara 21 Oktober 2004 lalu, sejumlah bom ditemukan dalam mobil truk sampah oleh seorang pemulung sampah. "Kami agak kesulitan mengembangkan penyelidikan kasus ini," aku Kapolda. Kemudian, aksi teror bom di Belakang Gereja Silo, dua pekan lalu.Sementara terkait peletakan 15 buah bom dalam satu kantong plastik di baileo Oikumene, Kapolda menyatakan aksi teror itu hanya bisa dilakukan oleh orang gila.Dikatakan juga, ada upaya sistematis yang hendak memprovokasi kembali masyarakat maupun keadaan Ambon seperti peristiwa-peristiwa sebelumnya. "Saya tidak akan beri peluang maupun ruang sedikit pun, saya akan lakukan tindakan tegas. Pokoknya langkah keras. Jangan pancing saya turun lapangan," tegas Kapolda.Tindakan keras seperti apa yang dilakukan? Kapolda berjanji akan melakukan tindakan represif terhadap kelompok tersebut. "Kami sudah melokalisir kedudukan kelompok itu," ungkap Kapolda.Kapolda mengimbau agar masyarakat tidak terpancing dengan isu-isu yang menyesatkan dan dapat mengacaukan kembali persaudaraan yang telah terjalin.Tentang aksi teror bom di Ambon pada bulan Oktober 2004 ini, hingga kini sudah ada yang diperiksa bahkan ada yang sudah ditahan pihak Polres Ambon dan Pulau-pulau Lease. "Dari hasil pemeriksaan tersebut, kami masih melakukan pengembangan," bebernya.Dari semua jenis bom yang ditemukan pihak Gegana Polda Maluku, kata Kapolda, dari sistem perakitan dan jenis bom diketahui sama. "Ini tentu dilakukan oleh orang yang sama. Jadi hanya kelompok itu saja," ujar Kapolda tanpa menyebutkan secara pasti kelompok yang mana. "Kami juga dapat perintah khusus Kapolri untuk mencari tahu kelompok teror itu," kata dia.Sementara itu, sejam sebelum jumpa pers Kapolda, Bank Modern Ekspres Cabang Ambon, di Jl. Diponegoro, diancam bom lewat telepon. Ancaman ini membuat nasabah menyelamatkan diri dan bank menghentikan aktivitasnya. Tapi setelah disisir, tidak ditemukan barang peledak.
(nrl/)











































