Ical: Semua Jabatan di Perusahaan Sudah Saya Tinggalkan

Ical: Semua Jabatan di Perusahaan Sudah Saya Tinggalkan

- detikNews
Senin, 25 Okt 2004 14:39 WIB
Jakarta - Menko Perekonomian Aburizal Bakrie alias Ical, mengaku sudah meninggalkan semua jabatannya di kelompok usaha Bakrie. Ical mengaku hal ini dilakukan agar lebih konsern dalam tugasnya sebagai menteri.Demikian dikatakan Ical, kepada wartawan usai bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara, Jl. Medan Merdeka Utara, Jakarta, Senin (25/10/2004)."Saya sudah mundur di seluruh jabatan di perusahaan sejak bulan Juni lalu, baik sebagai komisaris maupun jabatan lainnya. Biar yang muda-muda yang melaksanakan. Sekarang waktunya saya melakukan kegiatan untuk masyarakat," ungkap Ical.Pernyataan Ical ini menanggapi desakan yang disampaikan Indonesian Corruption Watch (ICW). Aktivis ICW, Luky Djani mengatakan, Presiden SBY harus secara tegas mengintruksikan menterinya untuk mundur dari jabatan parpol maupun perusahaan. Hal ini penting untuk menunjukan keseriusan pemerintah memberantas KKN."Seharusnya, yang diperlukan sekarang adalah larangan-larangan presiden terhadap menterinya dalam bentuk yang lebih jelas," kata dia.Menurut dia, Presiden SBY tidak cukup hanya meminta menterinya untuk tidak melakukan korupsi. Tapi, lebih dari itu. Yaitu, presiden harus membuat mekanisme agar menteri tidak melakukan KKN, agar publik tahu."Misalnya, apakah menteri boleh merangkap sebagai konsultan, komisaris perusahaan, direktur perusahaan, dan lain-lain. Termasuk soal boleh tidaknya menteri merangkap jabatan di parpol. Seharusnya hal ini harus menjadi instruksi presiden," kata dia.Bila memang pemerintahan SBY tidak menginginkan KKN tumbuh subur di negara ini, lanjut Luky, seharusnya rangkap jabatan di perusahaan atau di parpol harus dilarang. Bila tidak, rangkap jabatan itu akan menimbulkan konflik kepentingan yang ujung-ujungnya akan terjadi KKN. (djo/)



Berita Terkait