Kambing Antraks Dibakar, Warga akan Diberi Kompensasi
Senin, 25 Okt 2004 14:12 WIB
Jakarta - Departamen Pertanian akan memberi kompensasi kepada peternak kambing di daerah Babakan Madang, Bogor, yang ternaknya dibakar karena diduga menderita penyakit antraks. Namun besarnya kompensasi masih akan dibahas dalam rapat yang digelar Senin (25/10/2004) sore ini.Hal itu dituturkan Direktur Jenderal Produksi Peternakan Hewan Departemen Pertanian, Warsito, yang ditemui detikcom di kantornya di deptan, Jl. Raya Ragunan, Jakarta Selatan, Senin (25/10/2004) siang.Dijelaskan, keputusan untuk memberikan kompensasi sudah dirapatkan, dan dananya akan diambil dari anggaran deptan. Hingga saat ini sudah 12 ekor kambing yang dibakar berikut kandangnya karena diduga menderita antraks. "Kompensasi bisa berupa uang atau lainnya," ujarnya.Deptan, jelas Warsito, telah berkoordinasi dengan pihak terkait dan telah melakukan isolasi terhadap daerah wabah. Hewan ruminansia atau pemakan rumput dilarang masuk dan keluar dari daerah wabah, yakni desa-desa di Kecamatan Babakan Madang, Bogor.Selain itu deptan juga akan melakukan pengawasan terhadap daerah endemik antraks yang meliputi Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, NTT, NTB, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara.Deptan, lanjut Warsito, sudah membentuk dua tim dari dinas kesehatan dan dinas peternakan untuk mengawasi di daerah wabah. Deptan akan memberikan 400.000 sampai 500.000 vaksin di daerah wabah dengan harga per dosis Rp 3.000. Tapi untuk peternakan rakyat dan puskesmas gratis.Sementara untuk rencana jangka panjang deptan akan mengupayakan agar peternak di daerah wabah mengganti ternak ruminansianya dengan unggas. "Kami juga akan merencanakan agar peternak di daerah wabah mengganti ruminansia dengan beternak unggas," lanjut Warsito.Dalam kesempatan itu Warsito juga menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar berkonsultasi dengan dokter hewan jika akan memotong kambing atau sapi. "Pengawasan akan dilakukan pada rumah sakit dan tempat pemotongan hewas. Masyarakat diharapkan membeli daging yang telah diperiksa oleh departemen kesehatan," ujar Warsito.Ciri-ciri hewan ternak yang menderita antraks, jelas Warsito, adalah temperatur tinggi, kalau bunting akan abortus, bila menyusui kurang, stres, sesak pada pernafasan, sempoyongan, dan mati. Penularan pada manusia bisa melalui makanan atau luka, yakni bila seseorang memilki luka dan bersentuhan dengan hewan yang sakit. Sedang gejala pada manusia adalah mual-mual, benjolan pada leher, dada, dan ketiak.
(gtp/)











































