LBHK: Soal Antraks, Depkes dan Deptan Tumpang Tindih
Senin, 25 Okt 2004 13:21 WIB
Jakarta - Koordinasi yang dilakukan pemerintah dalam menangani kasus antraks di Sentul, Bogor, masih tumpang tindih. Peran Departemen Pertanian (Deptan) masih lebih besar dibandingkan Departemen Kesehatan (Depkes).Demikian disampaikan Ketua LBH Kesehatan (LBHK), Iskandar Sitorus, kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jl. Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin (25/10/2004)."Seharusnya yang dominan adalah Depkes bukan Deptan sebab ini bicara soal kesehatan. Deptan lebih dominan dalam mengatur bahkan lebih cermat dalam masalah kesehatan itu sendiri," tutur Iskandar.Iskandar juga mempertanyakan kebijakan pemerintah mengenai pengobatan gratis bagi korban, seperti disampaikan Menkes Siti Fadilah Supari. Salah satunya, apakah kebijakan tersebut juga berlaku bagi pasien antraks yang mungkin ada di wilayah lain."Kita akan menurunkan tim ke Bogor. Kita ingin mengetahui, benar atau tidak bahwa biaya pengobatan para pasien antraks ditanggung pemerintah," ungkap Iskandar.Seperti diketahui, akibat mengkonsumsi daging kambing yang terserang penyakit antraks, 6 warga Citaringgul, Babakan Madang, Sentul, Bogor, Jawa Barat meninggal dunia. Belasan warga lainnya, harus menjalani perawatan kesehatan di RSUD Cibinong.
(djo/)











































