Karzai Dipastikan Menangi Pemilihan Presiden Afghanistan

Karzai Dipastikan Menangi Pemilihan Presiden Afghanistan

- detikNews
Senin, 25 Okt 2004 12:27 WIB
Jakarta - Hamid Karzai telah meraih kemenangan mutlak dalam pemilihan presiden pertama di Afghanistan. Demikian hasil sementara penghitungan suara yang diumumkan kubu Karzai dan rival utamanya.Karzai telah mendapatkan "mayoritas 50 persen plus satu", ujar pembantu kepresidenan Afghan Khaleeq Ahmad seperti diberitakan kantor berita AFP, Senin (25/10/2004)."Kami sangat gembira karena kami telah mendapatkan mayoritas saat ini. Dan kami akan menunggu untuk merayakannya sampai 100 persen suara telah dihitung," tutur Ahmad. "Kami akan merayakan setelah hasilnya secara resmi diumumkan dan tidak sebelum itu," imbuhnya.Sampai dengan Minggu (24/10/2004) malam waktu setempat, Karzai telah menerima 4.240.041 suara, lebih dari setengah dari 8.129.935 kartu suara yang sah dalam pemilihan umum 9 Oktober lalu. Demikian menurut dewan pemilihan bersama PBB-Afghan. Itu artinya, walaupun semua suara sisa nantinya lari ke kandidat lain, pemimpin interim Afghan dukungan AS itu masih tetap memperoleh lebih dari 50 persen suara yang dibutuhkan untuk menghindari pemilihan putaran kedua.Dengan 7.666.529 suara valid, atau total 94,3 persen suara yang telah dihitung sejauh in, Karzai mengumpulkan 55,3 persen suara, atau 39 persen melampaui perolehan suara rival utamanya, Yunus Qanooni.Pesaing terkuat Karzai, Qanooni mengakui kemenangan yang diraih pemimpin berusia 46 tahun itu. "Demi menghormati keinginan bangsa, berdasarkan jumlah yang diumumkan sampai sekarang, kami menganggap Karzai sebagai pemenang," tegas juru bicara Qanooni, Sayed Hamid Noori."Ada banyak kasus penipuan dan kecurangan, yang telah kami laporkan. Namun seperti yang telah dikatakan kandidat kami, Mr. Qanooni, kami harus menghargai keinginan rakyat meskipun ada penipuan," tandasnya.Sebelumnya, juru bicara PBB Manoel de Almeida menegaskan bahwa pengumuman resmi hasil pemilu Afghan masih beberapa hari lagi. Pengumuman resmi, ujarnya, baru akan dikeluarkan setelah penghitungan suara terakhir dan selesainya penyelidikan atas dugaan penipuan dan kecurangan selama pemilu. (ita/)


Berita Terkait