Balita Hernia Berulang Meski Sudah Operasi, RSCM Digugat
Senin, 25 Okt 2004 12:28 WIB
Jakarta - Malang sekali Chealfiro. Bayi 2 tahun 11 bulan ini dinyatakan menderita hernia dan dioperasi hingga dua kali. Namun penyakitnya kambuh lagi dan kian parah. RSCM pun digugat.Ria Katresnawaty (30) warga Tangerang melaporkan RSCM ke Sentra Pelayananan Kepolisian Polda Metro Jaya, Senin (25/10/2004). Dia membawa serta putranya Chealfiro dan suaminya Onis MP. Mereka didampingi kuasa hukum dari LBH Kesehatan.Dituturkan Ria, putranya menderita panas pada bulan Oktober 2003. Testis sebelah kirinya turun. Chealfiro dibawa ke dokter umum bernama dr Pelupesi di Taman Asri. Putranya kemudian dirujuk ke RS Fatmawati atau RSCM. Ria memilih RSCM.Sesampainya di RSCM, Ria ditunjuk ke bagian ODC Swadana. Kemudian Ria langsung disuruh ke dokter ahli bedah bernama dr Riana. "Kata dokter, anak saya mengidap penyakit hernia dan harus dioperasi, mengingat hernia tidak ada obatnya selain operasi," paparnya.Operasi pun dilakukan terhadap testis kiri Chealfiro oleh dr Riana pada Oktober 2003. Setelah operasi, kondisi Chealfiro normal. Tetapi setelah 2 bulan kemudian, testis sebelah kanan Chealfiro turun."Kata dokter, harus dioperasi lagi. Dokter juga bilang kondisi itu wajar, bila kiri turun, kanan juga pasti turun," kata Ria.Chealfiro kemudian dioperasi lagi pada bulan Desember 2003. Operasi kembali dilakukan oleh dr Riana. Setelah operasi yang kedua kalinya, kondisi Chealfiro normal. Tetapi 4 bulan kemudian, yakni pada April 2004, testis Chealfiro kembali turun. Kali ini dua-duanya. "Kok malah seperti tidak pernah dioperasi," keluh Ria.Akhirnya Ria mendatangi dr Riana. Chealfiro lagi-lagi dinyatakan harus dioperasi lagi. Tetapi Ria tidak mau dengan alasan tidak punya biaya."Kalau pun saya orang kaya, saya nggak mau anak saya dibelek-belek lagi. Saya takut anak saya mati. Saya trauma, dioperasi kok nggak sembuh, malah tambah parah," ujar Ria sambil menangis tersedu.Menurut Ria, dirinya dianjurkan dr Riana meminta surat keringanan dari RT/RW agar bisa dilakukan operasi terhadap Chealfiro. "Tapi saya takut sakit anak saya kambuh-kambuh lagi. Saya tidak mau anak saya dioperasi lagi oleh dr Riana dan di RSCM," tukasnya.Diungkapkan Ria, biaya pengobatan terhadap Chealfiro sudah habis Rp 6 juta. Padahal pekerjaan suaminya hanya buruh pabrik kanvas rem di Cengkareng Jakarta Barat.Walhasil, kondisi testis Chealfiro hingga kini masih turun dua-duanya. Menurut ayahnya, Onis, jika Chealfiro bermain atau berlari-lari pada siang hari, maka malam harinya testis Chealfiro membesar hingga sekepalan tangan orang dewasa."Malamnya Chealfiro juga susah kencing. Kalaupun bisa, terasa sakit, anak saya sampai nangis-nangis dan keluar keringat dingin. Kencingnya pun hanya setetes-setetes. Kalau makan sih biasa saja, hanya kadang-kadang badannya panas," kata Onis.Kepala Divisi Malpraktek LBH Kesehatan dr Christ Benjamin berpendapat, kasus yang terjadi pada Chealfiro adalah hernia yang berulang atau hernia residif."Kasus ini memang jarang ada, tapi bisa terjadi. Pada operasi kedua, seharusnya sang dokter berhati-hati dalam menangani pasien. Ada fakta ketidaktelitian atau kekuranghati-hatian dalam operasi yang kedua. Sang dokter terlalu menggampangkan kasus hernia Chealfiro," kata dr Christ.
(sss/)











































