"Terlepas dulu adanya dinamika, tapi nilai persahabatan tetap, saling menghargai. Itu arti persahabatan," tutur Paloh di kantor DPP NasDem, Jl HM Soeroso, Gondangdia, Jakpus, Rabu (10/7/2013).
Paloh menegaskan hubungannya dengan Ical tetap terjalin dengan baik. "Kalau Ical minta bantuan, saya akan siap membantu," katanya.
Dia juga menjawab sejumlah pertanyaan wartawan mengenai peluang koalisi Golkar-NasDem, soal Hary Tanoesoedibjo yang menjadi cawapres yang diusung Partai Hanura termasuk kepemilikan media oleh pemimpin parpol.
Paloh juga mendukung pernyataan Ical soal para bakal capres/cawapres yang dituding menggunakan media massa yang dimiliki untuk kepentingan Pilpres 2014.
"Kami tidak memiliki pemikiran itu. Kita ingin pada batasan-batasan koridor yang tidak melanggar, Ical saya pastikan itu. Kita menginginkan agar institusi media berperan sebagai pencerdas kehidupan bangsa, institusi pers yang independen, idealnya demikian. Kalau mau tanya Hary Tanoe, tanyalah ke dia" tuturnya.
Sementara Ical mengatakan kedatangannya untuk silaturahim. "Tidak diundang saja saya datang. Hubungan pribadi harus terus terjalin," katanya.
Baik Ical maupun Paloh sama-sama kompak menyebut adanya peluang koalisi kedua partai yang dipimpin. "Selalu mungkin kalau dengan NasDem," kata Ical.
Usai bertemu, Ical lebih dulu pamit tidak mengikuti buka puasa bersama yang juga dihadiri Jusuf Kalla. Keakraban pun terlihat ketika Paloh merangkul pundak Ical saat mengantarkannya ke lift.
(fdn/lh)











































