Alwi: Bangunan Tembok Sang Timur Ganggu Kerukunan Agama
Senin, 25 Okt 2004 12:02 WIB
Jakarta -
Menko Kesra Alwi Shihab meminta penyelesaian masalah pembangunan tembok di sekolah Katolik, Sang Timur, diselesaikan secara musyawarah. Tidak perlu ada bentrok fisik."Kita minta masalah itu (Sang Timur) diselesaikan dengan musyawarah tidak perlu bongkar paksa. Dari pihak mereka yang pasang tembok, seharusnya mengerti bahwa ini mengganggu kerukunan beraganma. Oleh karena itu, perlu duduk bersama untuk menyelesaikan masalah ini, termasuk Gus Dur," ungkap Menko Kesra Alwi Shibab di di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (25/10/2004). Pembangunan tembok batako dipicu oleh warga yang memrotes tindakan pengelola sekolah Sang Timur yang menggunakan aula sekolah untuk kegiatan ibadah. Akibatnya, kegiatan belajar mengajar di sekolah Katolik yang terletak di Kecamatan Karang Tengah, Ciledug, Tangerang, Banten terpaksa diliburkan. Senin (25/10/2004) ini, Gus Dur ditemani putrinya Yenny datang mengunjungi sekolah Sang Timur untuk menyaksikan proses pembongkaran tembok yang menghalangi jalan masuk ke sekolah tersebut."Kita harapkan ada penyelesaian secara menyeluruh tak perlu ada bentrok fisik," imbau Alwi.
(aan/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































