"Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) harus turun tangan. Jika tidak, dikhawatirkan kekerasan akan semakin luas dan berlangsung dalam waktu yang lama," ujar Direktur Pusat Kajian Timur Tengah & Dunia Islam (PKTTDI) Universitas Muhammadiyah Jakarta, Hery Sucipto kepada detikcom Rabu (10/7/2013).
Menyusul kekerasan yang dilakukan militer terhadap para pendukung Morsi di luar istana kepresidenan beberapa waktu lalu yang menewaskan lebih 35 orang itu, Hery meminta PBB mengusut dan menginvestigasi pembunuhan tersebut. "Aparat adalah alat negara, bukan alat kekuasaan dan penguasa. Karena itu, apa pun alasannya, tindakan militer itu harus dikutuk dan harus diminta pertanggungjawaban," lanjutnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sangat disayangkan, justru militer ikut bermain. Ini akan jadi preseden buruk bagi kebebasan berekspresi dan mengeluarkan pendapat. Jika setiap aksi menentang rezim yang disokong militer diberangus, maka berbahaya bagi masa depan Mesir sebagai bangsa dan negara. Bahkan, eksistensi negara itu bisa tamat. Ini harus dihindari," jelas Hery.
Ia berharap, pemerintah RI bersikap tegas dan membantu pemerintah Mesir memulihkan kondisi di negeri itu. "Jangan takut dicap intervensi, karena bagaimana pun Indonesia punya kepentingan besar, setidaknya di sana ada lebih 6000 WNI, yang kebanyakan mahasiswa. Jadi, Indonesia jelas sangat berkepentingan," pungkasnya.
(asy/asy)











































