Benarkah Kompol AD Ada Hubungan Keluarga dengan Direktur Narkotika Polri?

Benarkah Kompol AD Ada Hubungan Keluarga dengan Direktur Narkotika Polri?

- detikNews
Rabu, 10 Jul 2013 15:18 WIB
Benarkah Kompol AD Ada Hubungan Keluarga dengan Direktur Narkotika Polri?
Jakarta - Kasus soal Kompol AD yang diduga masuk tanpa izin dan mengambil dokumen di Badan Narkotika Nasional (BNN) terus bergulir. Desas-desus yang beredar AD merupakan ipar dari pejabat setingkat direktur di Bareskrim Polri. Benarkah?

Kabar yang beredar AD adalah adik ipar Direktur Tindak Pidana Narkotika Brigjen Pol Arman Depari. Tapi apakah benar demikian belum diketahui jelas. Belum diketahui juga apakah ada hubungan dengan masuknya AD ke BNN dan Direktorat Narkotika Polri.

"Sorry, ya. Itu biar Mabes Polri saja yang urus," kata Arman saat dikonfirmasi soal isu apakah AD adik iparnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Arman menyampaikan itu usai jumpa pers pengungkapan 7,6 kg sabu, di gedung Direktorat IV Bareskrim Polri, Jl MT Haryono, Cawang, Jakarta Timur, Rabu (10/7/2013). Gedung ini bersebelahan dengan gedung BNN. Tak ada lagi yang diucapkan Arman soal kasus itu.

Sementara Kadiv Humas Polri Irjen Ronny F Sompie mengaku tidak mengetahui apakah ada hubungan antara Brigjen Arman dan AD. "Saya belum tahu itu, akan kita cek dulu," kata Ronny.

Nama Kompol AD mencuat ketika dia diduga menyerobot masuk dan membawa paksa dokumen-dokumen di BNN, Kamis (4/7/2013) malam. Kepada atasannya di Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dit Tipid Eksus), aksinya itu hanyalah untuk mengambil dokumen pribadinya yang kemudian digunakan untuk meminta gaji yang diakuinya belum diterima.

"Gaji sudah dibayar semua," kata Deputi Pemberantasan Irjen Benny Jozua Mamoto, membantah argumen AD.

Kepala Humas BNN Kombes Sumirat Dwiyanto mengatakan AD adalah personel Polri yang diperbantukan di BNN atau biasa disebut Bawah Kendali Operasi (BKO). Seluruh proses administrasi yang terkait dengan AD seluruhnya tercatat di Mabes Polri. Termasuk mengenai penggajian.

"Kalau sipil di BNN gaji tercatat di BNN," ujar Sumirat.

Nama AD juga muncul saat operasi penggerebekan Direktorat Tindak Pidana Narkotika Bareskrim di Kebon Jeruk, 18 September 2012. Saat itu aparat menemukan lencana BNN di tangan bandar pemilik pabrik sabu dan pengedar. Diakui tersangka lencana itu didapatkan dari AD.

Belakangan AD tercatat di Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Tipid Eksus) per Februari 2013. Diakui Direktur Tipid Eksus, AD tidak pernah masuk karena sering sakit-sakitan. Di direktorat itu AD ditempatkan di Sub Unit IT yang dipimpin eks Wakil Direktur Reserse Narkotika Polda Metro Jaya AKBP Rahmad Wibowo.


(ahy/ndr)


Berita Terkait