"Pertama kami bukan tidur pulas tapi lepas penat. Saya saat itu sangat capek. Saya tidur sejenak, tidak lelap, karena hanya menopang kepala," kata Rendy sembari tersenyum dalam konferensi pers di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (10/7/2013).
Dia lantas menuturkan sejak Sabtu pekan lalu keliling Pantura. Pada Kamis dia mengecek kesiapan Kementerian PU menghadapi lebaran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah itu dia saja mengunjungi dapilnya di Sulawesi Tengah. "Saya sampai Palu pukul 04.00, terbang ke Makassar lalu ke Poso. Lalu menyeberang laut ke Pasokan, sebuah kepulauan kira-kira ditempuh 6 jam naik kapal. Dan alhamdulillah pukul 20.00 sampai, langsung temu kader dan tokoh masyarakat. Kami tidur di speed boat nyeberang laut, kemudian paginya ada pertemuan di sana," jelasnya lagi.
Pada Senin (8/7) dia terbang ke Makassar, sekitar pukul 08.00 pagi buru-buru menghadiri pelantikan Ketua MPR baru. Dia kemudian rapat di Komisi V DPR dengan Dephub.
"Selanjutnya tarawih, dan akhirnya sahur. Kami tidur sebentar kembali ke DPR untuk paripurna, karena masih ramai," terangnya.
Menurutnya saat Paripurna situasi sangat hening. Pembahasan rapat paripurna masih seputar RUU Perlindungan Petani, yang berurusan dengan Komisi IV DPR.
"Tentu kami tak punya kepentingan. Akhirnya saya topang kepala saya, tidur sejenak, tidak lelap. Topang, terbangun lagi. Memang setelah ditutup paripurna baru kami ditanya oleh seorang wanita (reporter detikcom-red)," katanya.
Rendy Lamadjido siap dikoreksi. Dia berharap kejadian serupa tak terulang lagi.
"Saya harap ini koreksi kawan-kawan (media) kepada kami di DPR supaya tidak lakukan yang kedua kali yang bisa mencoreng nama baik DPR. Saya akui itu tidur sejenak, itu bukti teman-teman perhatian dengan saya," tandasnya.
(van/nrl)










































