Puluhan Ribu Hektar Hutan Jati di Buru Terbakar

Puluhan Ribu Hektar Hutan Jati di Buru Terbakar

- detikNews
Senin, 25 Okt 2004 10:59 WIB
Jakarta - Puluhan ribu hektar hutan jati yang terdapat di desa Kayeli, Kecamatan Namlea, Kabupaten Buru terbakar. Penyebab kebakaran, hingga kini masih diselidiki Polres Sementara Buru. Kepastian terbakarnya hutan jati tersebut, disampaikan Kepala Desa Kayeli, Fuad Wael kepada detikcom via telepon, Senin (25/10/2004). Menurut Fuad, dirinya pun hingga kini masih mencari tahu penyebab kebakaran yang terjadi pada Minggu (24/10/2004) itu. "Saya sendiri dapat laporan dari warga di desa Kayeli lewat telepon. Dan langsung menuju ke lokasi kebakaran. Dan benar, sekitar puluhan ribu hektar terbakar. Warga hingga kini masih terus berusaha memadamkan api dengan menyiram sebisanya. Api sendiri terus menjalar," cerita Fuad.Terkait kebakaran tersebut, lanjut Fuad, ada beberapa orang yang sudah diperiksa pihak Kepolisian. "Ada sekitar enam orang yang diperiksa saat ini," ujarnya.Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten buru Ir. Umad Muhammad yang juga di konfirmasi via telepon membenarkan kejadian tersebut. Dikatakan Muhammad, kebakaran hutan jati seluas puluhan hektar tersebut sepertinya mengandung unsur kesengajaan. Untuk itu, sebagai pimpinan, dirinya saat ini telah memanggil enam orang stafnya yang bertugas di lapangan untuk dimintai keterangan. Selain itu, keenam anak buahnya itu terpaksa harus berurusan dengan pihak kepolisian untuk dimintai keterangan. "Untuk saat ini enam orang kami minta keterangan. Dan hal ini pun dilakukan kepolisian," kata Muhammad.Pemanggilan keenam orang petugas lapangan dinas Kehutanan Kabupaten Buru dibenarkan Kapolres Persiapan Kabupaten Buru, Kompol. H. Y. Soeharmanto, SH. Menurut dia, keenam orang tersebut kini masih menjalani pemeriksaan di Polres. "Keenamnya masih kami periksa. Dan kemungkinan ada juga beberapa orang warga yang akan kami mintai keterangan, terutama yang sudah kami identifikasi," tandasnya.Dikatakan Kapolres, pihaknya kini tengah melakukan koordinasi dengan Pemerintah daerah Buru, pihak Dinas Kehutanan, untuk membicarakan persoalan kebakaran hutan ini secara detail. "Walaupun ini akan kami proses hukum, tapi koordinasi lintas instansi juga penting. Karena biar bagaimanapun masing-masing memiliki tanggung jawab dan kewenangan yang berbeda," tegas Soeharmanto. (asy/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini