1. Pemilik Akses Jalan yang Diblokir
|
|
Hal ini berbeda dengan warga lainnya yang menyebutkan, akses jalan yang diblokir Gubar merupakan tanah wakaf.
Gubar saat ditanya surat-surat kepemilikan tanah itu tak bisa menunjukkan. Dia beralasan surat-suratnya bertumpuk dengan dokumen lain.
"Semua tanah dari dalam sampai jalan punya saya, dulu sebelumnya memang milik orang Sulawesi. Saya beli udah lama, jadi yang beli nggak saya sendiri, juga ada bos saya," kata Gubar.
2. Tak Pernah Minta Rp 3 Miliar
|
|
Awalnya, Gubar dikabarkan meminta 25 persen dari total NJOP tanah sekolah seluas 6.000 meter persegi. Namun dia membantah kabar itu. Soal urusan hitung-hitungan uang pengganti, dia menyerahkan pada pihak Pemprov.
"Nggak ada pembayaran Rp 3 miliar, yang ada itu nanti ya karena itu tanah garapan yaitu tinggal hitung-hitungan pemerintah terserah aturan mainnya," kata Gubar.
3. Sarankan Akses Jalan Lain
|
|
"Akses dekat rumah sakit Islam, jalannya lebih gede, bisa masuk, bus sekolah dan mobil," terang Gubar.
Saat ditanya apakah tanah yang ditunjukkan sebagai akses jalan itu miliknya, Gubar menepisnya. Bukan apa-apa, kabar yang berkembang akses jalan yang ditutup Gubar saat ini merupakan tanah wakaf. Gubar menutup jalan itu karena ingin tanahnya yang di sebelah lain dibeli.
Gubar sudah lama menjabat sebagai Ketua RW 05. Dia juga memiliki banyak anak buah. Gubar dikenal warga memiliki banyak kontrakan.
4. Bantah Sebar Kambing
|
|
Sejumlah warga yang sempat ditemui detikcom di sekitar kawasan sekolah menyebut, kambing itu di bawah penguasaan Gubar. Sang centeng yang menjaga akses jalan, hanya memberi izin bila sudah disetujui sang Ketua RW.
Namun, saat dikonfirmasi, Gubar membantah keras. Dia tidak merasa memiliki kambing-kambing yang membuat sekolah baru nan mahal itu jadi bau tak sedap.
"Punya warga," katanya singkat.
Pantauan detikcom di dalam sekolah tersebut, kondisinya cukup mengkhawatirkan. Banyak kambing berkeliaran di halaman untuk memakan rumput-rumput liar. Tak heran bau tahi kambing semerbak menyengat hidung.
5. Melunak karena Utusan Jokowi
|
|
"Permasalahan sudah clear dan tidak ada penutupan jalan lagi," kata Gubar saat dikonfirmasi wartawan.
Gubar mengubah sikap kerasnya soal blokir itu setelah utusan Gubernur DKI Jokowi datang menemuinya di rumahnya yang luas, tak jauh dari sekolah itu. Lokasi tersebut sudah bisa digunakan untuk belajar.
Gubar kini benar-benar melunak. Soal pembebasan lahan yang sebelumnya dia persoalkan pun tak lagi dia ungkit. Menurutnya sekarang yang terpenting warga sekitar bisa kembali bersekolah.
Halaman 2 dari 6











































