"MUI berpendapat harus menggabungkan Wujudul hilal dan rukyat, dipakai dalam penetapan ini," ujar Ketua MUI KH Ma'ruf Amin usai mengikuti sidang isbat di Kantor Kemenag, Jalan MH Thamrin, Senin (8/7/2013)
Amin mengatakan selama ini ada dua metode yang sering digunakan dalam menetapkan 1 Ramadan. Dua metode itu yakni Wujudul hilal dan Inkanurrukyah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Malam ini, lanjut Amin, posisi hilal hanya terlihat 0,65 derajat. Sedangkan untuk menetapkan 1 Ramadan, hilal itu harus terlihat minimal 2 derajat. "Sebab itu kita terpaksa (puasa) lusa." jelasnya.
Setelah pemantauan hilal dilakukan di sejumlah titik di Indonesia, pemerintah akhirnya menetapkan 1 Ramadan 1434 H jatuh pada Rabu, 10 Juli 2013. Sejumlah ormas Islam yang hadir dalam sidang isbat tidak berbeda pendapat terkait hasil pemantauan hilal dan penetapan awal Ramadan.
"Dengan demikian, dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahiim, kami tetapkan 1 Ramadan 1434 H adalah bertepatan dengan hari Rabu 10 Juli 2013," ujar Menteri Agama Suryadarma Ali.
(mpr/rmd)











































