"Ini merupakan kehormatan bagi saya di usia yang tidak muda lagi. Saya akan meneruskan perjuangan almarhum Pak Taufiq Kiemas mengawal Empat Pilar," ujar Sidarto usai dilantik sebagai Ketua MPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (8/7/2013).
Sidarto juga akan berusaha menjadi seperti Taufiq Kiemas yang mampu berkomunikasi dengan semua parpol. Dia akan segera berkoordinasi dengan pimpinan MPR yang lain agar bisa mengawal program-program yang sudah berjalan baik dan menelurkan gagasan baru untuk kemajuan MPR.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Irjen Pol (Purn) Sidarto Danusubroto lahir di Pandeglang, Banten, pada 11 Juni 1936. Usianya di tahun 2013 ini menginjak 77 tahun. Sebelum jadi Ketua MPR, dia menjabat sebagai anggota Komisi I DPR RI.
Berdasarkan data yang dikutip dari Wikipedia, Kamis (4/7/2013), Sidarto menempuh pendidikan kepolisian di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) Jakarta, lulus tahun 1962. Dalam kurun waktu 1967-1968 dia ditunjuk menjadi ajudan Presiden RI pertama, Soekarno.
Sidarto pernah menjabat sebagai Kapolres Tangerang (1974-1975), Kadispen Polri (1975-1976), Kepala Interpol (1976-1982), Kepala satuan Komapta Polri (1982-1985), Wakapolda Jawa Barat (1985-1986), Kapolda Sumbagsel (1986-1988), dan Kapolda Jawa Barat (1988-1991).
Setelah pensiun dari tugasnya di kepolisian, ia aktif di PDI Perjuangan yang dipimpin Megawati. Sidarto telah terpilih menjadi anggota DPR selama 3 periode sejak tahun 1999 lalu.
(trq/lh)










































