Hidayat menyatakan kejadian pencopetan itu terjadi pada 5 Juli lalu. Saat itu dia naik bus dari kawasan Lebak Bulus menuju Kota. Saat di sekitar Masjid Pondok Indah naiklah seorang pria yang memakai kemeja dan celana bahan. Pria itu menyebarkan selebaran mengenai pengobatan alternatif di dalam bus itu.
"Dia kemudian memijat-mijat tangan dan juga kaki beberapa penumpang yang ada di bus itu," kata Hidayat melalui Info Anda detikcom, Senin (8/7/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Begitu Hidayat turun orang itu langsung kabur. Saat dikejar orang itu langsung berbelok dan tak bisa ditemukan. "Dia turun di sekitar Kostrad, saya sempat kejar tapi tidak ketemu," katanya.
Peristiwa dengan modus yang sama pernah terjadi bulan lalu. Asep (26) kehilangan ponselnya saat menaiki angkot 61 jurusan Pasar Minggu-Pondok Labu dari kawasan Cilandak, Jaksel.
Dalam perjalanan ada pria yang naik dan membagikan selebaran promosi sebuah klinik pengobatan. Pria berpeci itu meminta korban untuk melihat alamat klinik dengan jelas. Pria itu kemudian memijat tangan dan kaki penumpang yang ada di angkot itu.
Tak lama kemudian, si pria pemijat itu beralih ke Asep. Dia mulai memijat tangan, lalu kaki. Lama kelamaan, pijatan di kaki semakin keras sambil sedikit diguncang. Diduga, itu untuk mengeluarkan ponsel yang berada di saku kiri Asep.
Lalu, pria pemijat itu turun di sekitar kawasan perempatan Ragunan. Tak lama kemudian, Asep sadar ponselnya hilang. Seorang pria lain di angkot pun memberi tahu bahwa pria berpeci tadi pencopet. Asep pun turun, namun tak berhasil mengejarnya.
(nal/nrl)











































