SBY Minta Para Menteri Berupaya Tak Ke Luar Negeri
Minggu, 24 Okt 2004 17:10 WIB
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membatasi kunjungannya ke luar negeri dengan hanya pergi ke Cili dan Laos selama 100 hari pertama pemerintahannya. SBY juga meminta para menteri melakukan hal yang sama.Demikian disampaikan Menteri Negara Komunikasi dan Informasi Sofyan A Djalil kepada wartawan usai menghadiri rapar politik, hukum dan keamanan (Polhukam) di kantor Menko Polhukam, Jl. Medan Merdeka Barat, Jakarta, Minggu (24/10/2004). Pernyataan Sofyan itu untuk mengklarifikasi anggapan Presiden telah mengingkari janjinya untuk tidak bepergian ke luar negeri selama 100 hari pemerintahannya.Sofyan menjelaskan, SBY tetap berkomitmen tidak bepergian ke luar negeri kecuali ke Cili dan Laos. Lawatan ke dua negara merupakan acara yang penting yang sayang dilewatkan. Kepergian ke Cili untuk menghadiri sidang OPEC, sedangkan ke Laos untuk menghadiri pertemuan kepala negara Asean. Pertemuan di Cili akan dihadiri lebih dari 10 Kepala Negara dan kepala pemerintahan. "Jadi dengan mendatangi satu tempat Presiden sudah dapat menemui 10 kepala negara. Selebihnya Presiden tidak akan bepergian," kata Sofyan. Ditambahkan Sofyan Presiden, dalam sidang kabinet lalu juga meminta para menteri membatasi kunjungan ke luar negeri. Permintaan itu dilakukan untuk menciptakan efisiensi. "Presiden meminta kepada para menteri agar mengupayakan untuk tidak bepergian ke luar negeri. Kalaupun harus pergi keluar harus dengan tim yang sangat kecil," demikian Sofyan.
(iy/)











































