"Saya sudah berkomunikasi dengan dengan bupati Bener Meriah yang kemarin kena imbas gempa di Aceh. Berdasar laporan hampir tidak ada sekolah yang dapat dipakai di Bener Meriah," ujar Mendikbud M.Nuh di Kantor Kemdikbud, Senayan, Jakpus, Senin (8/7/2013).
Menurutnya, sekitar 372 sekolah dan 1340 ruang kelas yang rusak parah akibat bencana gempa bumi itu. Kerusakan itu merata hingga dari ruang sekolah PAUD hingga SMA/SMK.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengingat banyaknya infrastruktur umum yang terkena imbas parah karena bencana alam, pihak Kemdikbud belum dapat membangun infrastruktur pendidikan secepatnya. Sehingga mereka menyiapkan 2 tahapan hingga dibangunnya kembali infrastruktur pendidikan secara permanen.
"Kita akan bagi menjadi fase tanggap darurat dan fase rekonstruksi. Tanggap darurat meliputi kebutuhan siswa, mulai dari buku tulis, seragam, sepatu murid dan lainnya. Dalam fase rekonstruksi kita akan membuat sekolah darurat permanen dari kayu karena para siswa harus terus sekolah," tuturnya.
Selain pembangunan infrastruktur dan kebutuhan fisik para siswa, tim Kemdikbud juga menurunkan beberapa psikolog. Mereka akan membantu menghilangkan trauma oleh para siswa yang diakibatkan bencana itu.
"Saat ini sudah ada tim psikolog yang telah diturunkan ke lapangan. Selain itu esok Presiden SBY dan saya akan kesana untuk melihat kondisi terakhir di Bener Meriah," kata M.Nuh.
(rni/lh)










































