Bush: Kerry Alami Amnesia Pemilu
Minggu, 24 Okt 2004 16:00 WIB
Jakarta - Kian dekat pemilu presiden 2 November, kian seru pula aksi saling serang Presiden Amerika Serikat George W. Bush dan penantangnya, senator John F. Kerry. Yang terbaru, Bush menyindir Kerry mengalami 'amnesia pemilu'.Amnesia pemilu ini, menurut Bush, yang membuat Kerry mengubah pendiriannya tentang Irak. Yakni, dari semula mendukung dilancarkannya serangan atas Irak berubah menjadi menentangnya.    Berada di lapangan football Jacksonville, Florida, Sabtu (24/10/2004) waktu setempat, di salah satu reli kampanyenya yang paling besar menjelang pemilu yang tinggal sepuluh hari lagi, Bush menyerang balik Kerry yang menudingnya salah urus soal Irak.Bush menyatakan kritik Kerry itu bertentangan dengan persetujuan pra-perangnya untuk dilancarka perang atas Irak, serta bertentangan dengan peringatannya sebelumnya bahwa mantan pemimpin Irak Saddam Hussein adalah tokoh berbahaya.Bush, sebagaimana dikutip kantor berita The Associated Press, Minggu (24/10/2004), menilai Kerry 'terlihat melupakan' pendirian sebelumnya, dan ia menduga senator dari Massachusetts ini mengubah pendirannya untuk keuntungan politik."Karena posisinya berkembang selama jalan kampanye ini, Anda mungkin menganggapnya amnesi pemilu," kata Bush dan disambut sorak-sorai dan gelak tawa dari puluhan ribu pendukungnya.Phil Singer, juru bicara kampanye Kerry, membantah tudingan Bush ini. "Jika ada yang amnesia, itu adalah George Bush," kata Singer. "Ia mencoba untuk melupakan kesalahan-kesalahan yang dia buat dalam dua tahun terakhir ini."Kerry bersikukuh pandangannya atas Irak konsisten dan menyalahkan Presiden Bush karena gagal menggalang dukungan internasional dalam melancarkan perang pada Irak dan waktunya tidak tepat.Bush memerintahkan invasi atas Irak pada Maret 2003 untuk melumpuhkan senjuta pemusnah massal Irak, tapi sebuah komisi pemerintah AS telah menyimpulkan bahwa tidak ada senjata pemusnah massa di Irak.
(gtp/)











































