Beli Barang Palsu Danai Teroris?
Minggu, 24 Okt 2004 15:15 WIB
Jakarta - Hati-hati sebelum membeli pakaian Armani atau tas Gucci palsu. Bisa jadi uang anda digunakan untuk mendanai teroris.Itu adalah peringatan yang dikelurkan Interpol dalam sebuah konferensi global tentang pemalsuan pekan lalu. Pemalsuan adalah sebuah bisnis yang merugikan dunia bisnis dan pemerintah sebesar ratusan miliar dolar per tahun."Ketika anda membeli, misalnya jam tangan palsu, uangnya bisa masuk ke kantong kelompok mafia atau kelompok teroris," Jean-Michel Louboutin, direktur eksekutif layanan polisi di Interpol dikutip Reuters, Minggu (24/10/2004).Dalam usaha mendapat dukungan konsumen pada kampanye global melawan pemalsuan, pihak yang berkepentingan juga memperingatkan para pemburu harga murah yang bisa berisiko kehilangan nyawa. Michael Danet, Sekjen Organisasi Bea Cukai Dunia, obat-obatan palsu terbukti telah membuat ribuan nyawa melayang.Delegasi yang datang pada konferensi di Roma itu menghitung, kerugian akibat pemalsuan barang bisa mencapai 3 miliar euro dalam satu tahun.Para pejabat ini tidak menyebutkan kelompok teroris tertentu yang didanai pembuat barang palsu. Tetapi sebelumnya Interpol telah mengatakan adanya kelompok militas Irlandia Utara yang terlibat kriminal terorganisasi. Mereka terlibat dalam pembajakan berbagai macam dari rokok sampai CD.Dalam kasus pemalsuan minyak rem mobil, pejabat hukum di Lebanon menemukan keterkaitan mereka dengan kelompok teroris. Menurut William Dobson, direktur eksekutif di kelompok industri yang melawan pemalsuan, perusahaan-perusahaan besar telah mengeluarkan jutaan dolar setahun dalam upaya melawan pemalsuan. Perushaan yang tergabung dalam kelompok industri ini antara lain Procter & Gamble, Gillette, Unilever, BP, Philip Morris, Heineken dan Coca Cola.
(tis/)











































