Kapolri Tegaskan Adrian Ditangkap, bukan Menyerah
Minggu, 24 Okt 2004 14:13 WIB
Medan - Kapolri Jenderal Pol Da'i Bachtiar meminta agar tidak dipersoalkan lagi apakah buronan pembobol Bank BNI Adrian Herling Waworuntu ditangkap atau menyerahkan diri. Sebab sudah jelas bahwa Adrian ditangkap.Penegasan ini disampaikan Kapolri usai acara peresmian rumah dinas perwira Polri Sumatera Utara di Jalan Djamin Ginting, Medan, Minggu (24/10/2004). Rumah dinas yang diresmikan itu terdiri dari tujuh flat dan 104 unit dari 106 unit yang direncanakan."Kita sudah mengikuti dia sejak di Los Angeles hingga ke Singapura. Tapi baru kita tangkap di Medan karena sudah memasuki wilayah Indonesia," tegas Kapolri.Dijelaskan, polisi yang mengikuti Adrian tidak mungkin melakukan penangkapan di Singapura karena bukan wilayah Indonesia. "Begitu kita mengetahui Adrian sedang menuju Medan saya langsung menelpon Kapolda untuk memback-up tim yang akan menangkap Adrian," ujar Kapolri.Saat ini Polri masih menyelidiki bagaimana Adrian bisa kabur ke luar negeri, termasuk mencari dugaan keterlibatan personil polisi. "Ya, kita masih melakukan pendalaman," ujarnya Kapolri soal kemungkinan keterlibatan Birgjen Pol Samuel Ismoko dalam kasus kaburnya Adrian.Dalam kesempatan itu Kapolri juga menegaskan jajarannya siap secara kualitatif maupun kuantitatif untuk pelaku berbagai aksi teror Dr. Azahari dan Noordin Mohd Top. Ini terkait instruksi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono agar polisi menjadi upaya penangkapan buronan asal Malaysia itu sebagai program 100 hari Kabinet Indonesia Bersatu.
(gtp/)











































