Gempa 6,8 SR di Jepang, Korban Tewas Jadi 18 Orang
Minggu, 24 Okt 2004 12:42 WIB
Jakarta -
Korban tewas akibat gempa berkekuatan 6,8 Skala Richter di utara Jepang terus bertambah. Korban tewas dilaporkan bertambah menjadi 18 orang, korban luka-luka mencapai 1.400 orang lebih, rumah-rumah ambruk, jalan dan rel kereta api rusak.Dilaporkan kantor berita Reuters, Minggu (24/10/2004), ribuan penduduk di pedesaan Niigata yang ketakutan bermalam di perlindungan atau di luar setelah gempa pertama dengan kekuatan 6,8 Skala Richter pada Sabtu kemarin pukul 17.56 waktu setempat.Akibat gempa ini juga banyak longsoran mengenai daerah pegunungan sekitar 150 mil sebelah utara Tokyo. Longsoran ini menghancurkan sebuah desa dengan jumlah penduduk 600 orang.Musibah gempa ini, yang menyusul topan yang membunuh 80 orang minggu lalu, adalah yang paling maut di negara ini sejak gempa bumi Kobe pada 1995 yang mematikan lebih dari 6.400 di Jepang bagian barat.Kerusakan yang parah, misalnya, terjadi di kota Ojiya. Di sini terlihat runtuhnya bidang tanah yang cukup luas di bawah jalan rel, membentuk lubang yang seperti kawah dan membuat rel kereta api menguntai.Gempa ini juga sempat memutuskan aliran lisrik untuk sedikitnya 278.000 rumah, walau menjelang Minggu pagi sebagian sudah bisa diperbaiki. Pelayanan air, gas dan telepon juga terganggu dan operator membatasi penggunaan ponsel untuk menjamin penggunaan ponsel untuk menghubungi keadaan darurat.Puluhan gempa susulan masih terjadi pasca gempa pertama yang berkekuatan 6,8 SR itu. Guncangan akibat gempa dan gempa susulan ini terasa sampai di Tokyo tetapi tidak ada laporan mengenai korban luka maupun adanya kerusakan berat di ibu kota Jepang ini.
(gtp/)










































