Hal ini dijelaskan PR Manager PT Angkasa Pura II Kristanto kepada detikcom, Senin (8/7/2013). Pesawat Batik Air 6361 rute Yogyakarta-Jakarta hendak mendarat di landas pacu 025 Left pada pukul 08.48 WIB.
"Nah pesawat itu dinilai terlalu tinggi sehingga nanti bisa landing di tengah. Pilot memutuskan sendiri untuk go around (naik kembali) untuk keperluan keselamatan," kata Kristanto.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya karena approach ketinggian. Tidak ada near miss (nyaris tabrakan dengan pesawat lain). Mungkin itu karena penumpang di dalam merasa kok kecepatannya malah ditambah," ungkapnya.
Apa yang disampaikan Kristanto itu dikuatkan oleh General Manager Air Traffic Services (ATS) Budi Hendro. Budi membantah adanya near miss di landas pacu Bandara Soekarno-Hatta pukul 08.48 WIB itu.
"Nggak benar. Yang benar adalah, dia (pesawat) terlalu tinggi. Kalau dipaksakan mendarat akan kebablasan, maka dia terbang lagi. Di bawah nggak ada pesawat, kalau merasa tinggi maka naik lagi. Berputar melakukan ancang-ancang lagi," jelas dia.
Kejadian ini, menurut Budi, tidak biasa. Namun keputusan yang diambil pilot lumrah.
"Untuk keselamatan, kejadian ini lumrah untuk safety, kalau memaksakan diri maka akan membahayakan penumpang," tandas Budi.
(nwk/nrl)










































