Pengamat: Parpol Islam Perlu Akomodir Aspirasi FPI
Minggu, 24 Okt 2004 09:33 WIB
Jakarta - Front Pembela Islam (FPI) memberantas maksiat dengan kekerasan karena tidak tahu cara lain untuk menyalurkan aspirasinya. Oleh karena itu, alangkah baiknya jika ada parpol Islam yang mengakomodir aspirasi FPI.Demikian dikatakan kriminolog UI Adrianus Meliala saat dihubungi detikcom melalui telepon, Minggu (24/10/2004) pagi."Mengakomodasi aspirasi FPI dalam berpolitik mungkin ada bagusnya. Misalnya kalau parpol Islam berusaha merangkul agar teman-teman FPI tidak berpikir lari ke jalan lah cara yang paling bagus. Dari segi ide, memberantas maksiat kan tidak salah tapi caranya saja yang salah," tutur Adrianus.Menurutnya, laskar FPI tahu betul pelanggaran apa yang telah mereka lakukan. "Ada kemungkinan walaupun warga FPI sudah melihat hal itu melanggar hukum, tapi hanya itulah cara mereka mengekspresikan sesuatu. Mereka tidak punya kemampuan menyalurkan artikulasi politiknya melalui lembaga parlemen, media, sehingga mereka turun ke jalan dan berbuat seperti yang sekarang terjadi," Adrianus berujar.Berbicara mengenai penindakan terhadap aksi brutal FPI, Adrianus mengatakan hukum di Indonesia yang belum mengenal kata massa. "Kalau perilaku FPI dianggap sebagai perilaku massa, hukum Indonesia belum mengenal massa. Dalam undang-undang hanya dikatakan barangsiapa melakukan A atau B. Sebagai gerombolan FPI tidak menyimpang, sebagai individu lah mereka bisa ditindak. Masih ada kebutuhan hukum untuk menjerat perilaku massa," demikian Adrianus.
(dit/)











































