Gempa Landa Jepang, 10 Tewas
Minggu, 24 Okt 2004 07:04 WIB
Jakarta - Gempa berkekuatan 6.8 skala Richter mengguncang Jepang, menewaskan 10 orang, termasuk empat anak-anak. Lebih dari 700 orang kehilangan rumah dan mengalami luka-luka.Puluhan orang juga menderita akibat tanah longsor yang menyerang pusat gempa di provinsi Niigata, sekitar 200 kilometer dari Tokyo. Gempa ini meninggalkan jalanan yang rusak dan mengalami keretakan.Bencana itu dimulai Sabtu (23/10/2004) pukul 17.56 waktu setempat, mengguncang bangunan di Tokyo selama beberapa menit. Selanjutnya, dalam waktu enam jam terjadi 163 kali gempa susulan yang berukuran 6.3 dan 6.2 skala Richter. "Sepertinya, gempa susulan akan terus berlanjut," ujar Masahiro Yamamoto, seorang petugas Badan Meteorologi seperti dikutip dari abc news online, Minggu (24/10/2004).Ratusan orang dirawat akibat luka yang mereka alami di sebuah rumah sakit di Nagaoka. Sekitar 2.400 orang dievakuasi ke pengungsian setelah listrik dan air mati.Sementara itu, jenazah tiga anak-anak ditemukan di bawah reruntuhan bangunan di dekat Ojiya. Seorang kakek berusia 55 tahun ditemukan tewas setelah tertimpa tembok garasi rumahnya, sementara seorang nenek berusia 70 tahun meninggal akibat shock. Di Tokamachi, tak jauh dari Ojiya, seorang laki-laki berumur 34 tahun, dan seorang wanita berumur 65 tahun tewas tertimpa tembok sebuah rumah makan. Bayi berumur dua tahun pun tak terselamatkan di Rumah Sakit Tokamachi.Menangani bencana ini, Perdana Menteri Junichiro Koizumi memerintahkan anggota kabinetnya untuk berupaya semaksimal mungkin menyelamatkan korban gempa.
(dit/)











































