Antisipasi Kerawanan, Polda Jateng Siapkan Sniper

Antisipasi Kerawanan, Polda Jateng Siapkan Sniper

- detikNews
Sabtu, 23 Okt 2004 22:24 WIB
Yogyakarta - Untuk mengantisipasi kejahatan menjelang dan sesudah lebaran, Polda Jawa Tengah menyiagakan pasukan penembak jitu atau sniper di sejumlah titik di perbatasan daerah hukumnya. Penjagaan ketat itu terutama dimaksudkan untuk pengamanan dan kelancaran arus mudik dan balik lebaran.Hal tersebut disampaikan Kapolda Jateng, Irjen Pol Chaerul Rasyid, kepada wartawan di sela-sela kunjungannya ke Mapolwil Surakarta untuk buka bersama dengan para ulama dan masyarakat Solo, Sabtu (23/10/2004) petang. "Kami sudah menyiapkan pasukan tersebut. Jumlah personilnya tergantung kebutuhannya nanti," ujar Chaerul.Dipaparkannya, jumlah personil Polda Jateng yang diturunkan untuk pengamanan lebaran tahun ini sama dengan tahun lalu, yaitu dua pertiga kekuatan personil di seluruh jajaran Polda Jateng atau sekitar 18.000 personil. Jumlah tersebut disiagakan dan disebar di seluruh Jawa Tengah.Salah satu yang menjadi perhatian polisi dalam pengamanan lebaran, kata Chaerul, adalah tindak kriminal 'bajing loncat'. Untuk itu dia berjanji pihaknya akan terus melakukan patroli di jalan-jalan raya sehingga pengiriman sembako tetap lancar dan aman. "Kami sudah menangkap delapan bajing loncat. Apabila masih ada yang nekat melakukan lagi, kami terpaksa akan menembaknya," tegasnya.Hanya Jalur Lintas TerorisSaat dimintai keterangannya mengenai ancaman teror yang mungkin terjadi menjelang lebaran, Chaerul Rasyid menegaskan bahwa Jawa Tengah, termasuk Solo, saat ini tampaknya hanya menjadi tempat untuk lewat bagi para teroris yang masih buron dan diyakini masih terus melakukan kegiatan secara sembunyi-sembunyi."Berdasar pengamatan kami di lapangan, para buron kasus teroris itu saat ini kalau masuk ke Jawa Tengah hanya lewat saja. Mereka berada di daerah ini tidak lebih dari lima jam, hal itu mereka lakukan karena mengingat penjagaan sangat ketat," kata dia.Namun demikian, pihaknya akan terus melakukan penyelidikan serius berbagai informasi dan temuan di lapangan yang memungkinkan berhubungan dengan kegiatan para teroris tersebut.Salah satu yang saat ini diselidiki secara intensif, lanjutnya, adalah temuan terakhir berupa penangkapan tujuh orang tersangka pengedar uang palsu berikut barang bukti berupa uang dolar Amerika Serikat setara Rp 6,2 miliar dan uang rupiah Rp 8 juta di daerah Kedu, Jawa Tengah."Sejauh ini informasi yang kami dapatkan bahwa uang palsu yang beredar itu dibuat di luar Jawa dan Jawa tengah hanya dijadikan tempat untuk mengedarkan. Namun kami sedang menyelidiki apakah peredaran uang palsu itu ada kaitannya dengan para teroris yang sedang kita kejar," paparnya. (dit/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads