Amien: Tak Masalah Jika Muhammadiyah Buat Partai Baru
Sabtu, 23 Okt 2004 21:52 WIB
Yogyakarta -
Tidak masalah jika ada kader Muhammadiyah yang ingin mendirikan Partai Politik baru, asalkan rencana itu benar-benar diwujudkan. Hal ini berkaitan dengan adanya keinginan kader Muhammadiyah mendirikan partai baru, setelah Partai Amanat Nasional (PAN) dinilai gagal.Hal ini disampaikan Mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Amien Rais kepada wartawan di rumahnya Pandeansari Catur Tunggal Depok Sleman Jawa Tengah, Sabtu (23/10/2004)."Saya kira baik, asalkan keinginan untuk mendirikan partai baru itu bukan sekadar wacana saja tetapi serius benar-benar diwujudkan," ungkap Amien.Namun, kata Amien tidak benar jika ada anggapan PAN tidak mewakili aspirasi warga Muhammadiyah dan umat Islam. Sebab sejak awal PAN berdiri menjadi partai yang bersifat terbuka. "Soal PAN islami atau tidak, jangan tanya saya. Tanyakan saja pada yang menilai demikian. Buktinya, kursi PAN di Dewan Perwakilan Rakyat masih 53 dan itu masih masuk dalam lima partai besar," kata ketua umum PAN itu.Menurut guru besar Fisipol UGM itu, Muhammadiyah sejak dulu memang sudah terpecah karena banyak kader-kadernya berada di berbagai tempat. Antara lain di Partai Golongan Karya, Partai Persatuan Pembangunan, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Partai Keadilan Sejahtera dan lain-lain. Muhammadiyah juga tidak pernah mempersoalkan ke mana para kader akan mengabdikan diri.Namun disisi lain, Amien mengaku bangga jika keinginan mendirikan partai baru itu benar-benar terwujud. Menurutnya, hal itu berarti di ligkungan warga Muhammadiyah telah berjalan proses demokratisasi.
(dit/)










































