Tidak Ada Bukti Plot Teror Jelang Pemilihan Presiden AS
Sabtu, 23 Okt 2004 14:15 WIB
Jakarta - Pejabat intelijen dan penegak hukum AS menyatakan bahwa mereka tidak menemukan bukti langsung adanya plot serangan teror terkait pemilihan presiden 2 November mendatang. Ini dipastikan setelah melakukan investigasi selama lima pekan.Demikian dilaporkan surat kabar terkemuka Washington Post dalam edisi Sabtu ini seperti dilansir kantor berita Reuters, Sabtu (23/10/2004).Mengutip pejabat-pejabat yang tidak disebutkan namanya, Post menuliskan bahwa sebuah sumber penting CIA atau dinas intelijen AS, yang mengklaim tahu soal rencana serangan itu, kini diragukan kebenarannya. Padahal informasi itulah yang awalnya mendorong FBI dan badan-badan penegak hukum lainnya melancarkan kampanye yang terpublikasi dengan baik, yang bertujuan menggagalkan plot potensial sebelum pemilihan presiden. Upaya tersebut termasuk ratusan wawancara di daerah-daerah imigran.Menurut pejabat-pejabat intelijen, mereka terus menerima laporan bahwa Al Qaeda dan sekutu-sekutunya akan melancarkan serangan di AS menjelang pemilihan 2 November. Laporan-laporan itu telah diterima sejak ledakan bom di Madrid, Spanyol beberapa bulan lalu.Namun meski telah mewawancarai ratusan orang, melakukan penangkapan imigrasi dan upaya lainnya, pihak penegak hukum mengatakan bahwa mereka belum bisa mendeteksi adanya sinyal-sinyal plot serangan di negeri adidaya itu. Aparat juga belum mengindentifikasi target-target spesifik, tanggal atau metode ang mungkin digunakan.
(ita/)











































